Trotoar Gasibu Ditutup untuk Penataan Ulang
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Trotoar jangkung yang sempat mengundang sorotan kini ditutup sementara. Seng pembatas berdiri di sepanjang sisi trotoar kawasan Lapangan Gasibu, menandai dimulainya penataan ulang ruang publik yang selama ini menjadi salah satu titik aktivitas warga Bandung.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menutup sementara trotoar tersebut untuk menyesuaikan ketinggiannya sekaligus menata kembali kawasan Lapangan Gasibu agar lebih representatif, aman, dan nyaman digunakan masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar, Mas Adi Komar, mengatakan penutupan dilakukan selama proses penataan berlangsung. Trotoar akan kembali difungsikan setelah penataan Lapangan Gasibu selesai.
“Iya trotoarnya (ditutup). Sampai Lapangan Gasibu selesai,” ujar Adi Komar saat dihubungi INILAH, Senin (14/9).
Penyesuaian ketinggian trotoar menjadi salah satu bagian dari pekerjaan tersebut. Pemprov Jabar juga menyiapkan pagar pembatas antara trotoar dan area Lapangan Gasibu untuk menciptakan ruang yang lebih tertib dan aman bagi masyarakat.
“Sekarang masih dalam proses ya. Termasuk pagar di area-area yang memang kita akan maksimalkan untuk warga yang menggunakan Gasibu dan sekitarnya supaya aman dan tertib,” ucapnya.
Penataan itu juga membawa satu pesan penting: ruang publik harus dapat digunakan semua orang. Karena itu, Pemprov Jabar memastikan fasilitas di kawasan Gasibu nantinya lebih ramah bagi pengguna, termasuk penyandang disabilitas.
“Yang pasti, kita akan pastikan semua fasilitas yang ada di Gasibu itu ramah untuk pengguna,” katanya.
Perubahan juga menyentuh fasilitas penunjang lainnya. Toilet di kawasan Gasibu yang sebelumnya telah dibongkar disebut akan kembali disediakan sebagai bagian dari konsep penataan baru.
“Saya belum dapat detailnya, tapi yang pasti toilet dan lainnya ada,” ujarnya.
Bagi masyarakat yang terbiasa menggunakan Gasibu untuk berolahraga, berjalan kaki, atau sekadar menikmati ruang terbuka, perubahan tersebut untuk sementara mungkin menghadirkan sedikit ketidaknyamanan. Namun, Pemprov Jabar meminta masyarakat memberi waktu selama proses pembangunan berlangsung.
Adi mengimbau masyarakat bersabar dan tetap mendukung penataan kawasan tersebut. Menurutnya, peningkatan kualitas ruang publik harus berjalan beriringan dengan aspek keamanan dan kenyamanan.
(yuliantono/gin)
Editor : Inilahkoran

