Lahan BNR Direncanakan Untuk Rusun dan Hutan Kota

Langkah ini dilakukan bahwa Pemkot Bogor ingin melakukan optimalisasi atau mengoptimalkan lahan-lahan milik pemerintah yang bisa menjadi income, bangkitan ekonomi, atau peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Lahan BNR Direncanakan Untuk Rusun dan Hutan Kota

INILAHKORAN, Bogor - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah menuturkan lahan yang berada di kawasan BNR, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan atau lahan eks Pancahapat yang berada di dua blok sisi kiri dan kanan yang saling bersebrangan akan digunakan untuk Rumah Susun (Rusun) dan hutan kota. 

Langkah ini dilakukan bahwa Pemkot Bogor ingin melakukan optimalisasi atau mengoptimalkan lahan-lahan milik pemerintah yang bisa menjadi income, bangkitan ekonomi, atau peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

"Jadi kami lihat sebelah kanan itu lahan samping rel double track sudah ada site planya. Di dalam site plannya itu ada ruang terbuka hijau, ada juga Rusun, ada juga untuk penempatan shelter mobil-mobil atau unit milik DLH," ungkap Syarifah kepada wartawan pada Minggu 7 Januari 2024.

Syarifah membeberkan, sementara itu untuk satu lahan yang berada di bawah sebelah kiri pintu masuk BNR direncanakan akan dibuat hutan kota. Dari sisi perencanaan, Pemkot sudah memiliki rencana membuat Edu Forest.

"Edu Forest ini sudah ada perencanaanya, sudah mengikuti kaidah-kaidah yang berlaku nantinya ketika sudah dibangun, hanya belum ada pembiayaan," bebernya.

Syarifah menjelaskan, dari sisi pembiayaan, anggaran yang dibutuhkan untuk membangun dua lahan tersebut cukup besar. Sehingga tidak memungkinkan jika pembangunan dilakukan menggunakan APBD. Sejauh ini, Pemkot Bogor pernah mengusulkan bantuan anggaran kepada pemerintah Provinsi Jawa Barat, namun usulan tersebut belum terealisasi.

"Mungkin provinsi melihat ini belum formalitas, makanya ini terus kami coba pelajari lagi, kami lihat nanti anggaran yang memungkinkan untuk membangun ini. Karena kan seperti kota-kota lain, untuk membangun kawasan bisnis, kawasan wisata, kawasan permukiman ini kan tidak harus selalu menggunakan APBD, tapi bisa juga bermitra dengan swasta, barangkali ini bisa dipercepat dengan kami bermitra dengan pihak-pihak swasta," jelasnya.

Syarifah membeberkan, selanjutnya langkah terdekat yang akan dilakukan pihaknya yaitu kembali mematangkan konsep dan desain perencanaan lahan-lahan tersebut.

"Saya berharap dengan begitu bisa mendatangkan bantuan baik dari pihak provinsi atau pemerintah pusat, bahkan pihak swasta," bebernya.

Syarifah juga mengaku, telah meninjau lokasi lahan eks Pamcahapat di kawasan Bogor Nirwana Residence (BNR). Terbaru Peninjauan Didampingi Kepala Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Juniarti Estiningsih, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Atep Budiman, Sekretaris Dinas (Sekdis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Muhamad Hutri, Camat Bogor Selatan Irman Khaerudin dan unsur wilayah meninjau dua lokasi lahan yang saling bersebrangan. (Rizki Mauludi)


Editor : Ahmad Sayuti