Langkah Muda Menyisir Jejak Masalah Sosial Kota
KARANG Taruna Kota Bogor tak lagi hanya bergerak dalam kegiatan kepemudaan. Mereka kini dilibatkan untuk memetakan persoalan sosial di tengah masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Rizki Mauludi
Bukan sekadar berkumpul dalam organisasi kepemudaan, Karang Taruna Kota Bogor kini mendapat peran baru. Mereka diminta turun langsung ke tengah masyarakat untuk membantu memetakan persoalan sosial, mulai dari anak putus sekolah, balita stunting, hingga warga yang belum memiliki pekerjaan.
Langkah itu dimulai melalui kegiatan pembinaan dan pelatihan multimedia yang digelar Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor di Bale Rakyat, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa (21/7).
Dengan tema "Semangat Baru Karang Taruna untuk Bogor Beres, Bogor Maju dalam Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial di Kota Bogor", kegiatan tersebut tidak hanya membekali kemampuan digital, tetapi juga menjadi awal keterlibatan Karang Taruna dalam pendataan persoalan sosial di wilayah masing-masing.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan, Karang Taruna memiliki peran strategis sebagai organisasi kemasyarakatan yang membantu pemerintah menangani berbagai persoalan sosial.
"Jadi, hari ini adalah kegiatan pelatihan multimedia yang dilakukan oleh Dinsos, yang saya pikir ini sangat cukup strategis termasuk opsi awal yang kami berikan sebuah tantangan kepada mereka setelah pelatihan, membantu pendataan," kata Jenal.
Menurutnya, setelah mendapatkan pelatihan, anggota Karang Taruna akan dilibatkan untuk mendata anak-anak yang mengalami putus sekolah, balita dengan risiko stunting, serta warga yang membutuhkan pelatihan agar dapat berkembang menjadi wirausaha.
"Jadi, Karang Taruna hari ini mencoba untuk menggaungkan organisasinya dan memberikan manfaat yang nyata bagi pemerintah dan dampaknya untuk masyarakat," jelasnya.
Pelibatan Karang Taruna dinilai penting karena para pemuda tersebut memiliki kedekatan langsung dengan lingkungan tempat tinggalnya. Mereka dianggap lebih mudah menjangkau warga sekaligus memahami kondisi sosial di tingkat kelurahan.
Ketua Karang Taruna Kota Bogor Asep Nadzarullah mengatakan, peran tersebut sejalan dengan tugas organisasi sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat.
"Pemerintah sebagai orang tua kami. Hari ini pelaksanaan per hari 270 orang peserta dibagi tiga gelombang. Ini sebetulnya bimtek, pelatihan multimedia bagi Karang Taruna. Kegiatan hari ini sampai dengan hari Kamis atau tiga hari pelaksanaan," kata Asep.
Pelatihan tersebut diikuti para ketua Karang Taruna tingkat kelurahan dan kecamatan. Setelah itu, pengurus wilayah akan mendapatkan pembekalan dan mulai bergerak melakukan pendataan di lapangan.
Asep menyebut, Karang Taruna juga akan membantu Dinas Sosial melakukan pengecekan data desil serta mendata warga yang membutuhkan perhatian pemerintah. (gin)
Editor : Inilahkoran

