Lantaran Lima Hari Kota Bogor Diguyur Hujan, BPBD Imbau Masyarakat Waspada Bencana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mengimbau masyarakat waspada dan siaga terhadap bencana alam karena cuaca hujan deras disertai angin yang selama satu pekan terakhir melanda Kota Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mengimbau masyarakat waspada dan siaga terhadap bencana alam karena cuaca hujan deras disertai angin yang selama satu pekan terakhir melanda Kota Bogor.
Hujan terjadi mulai Rabu 13 Maret 2024 sampai Minggu 17 Maret 2024 hujan masih melanda dengan intensitas sedang mulai siang, sore hingga malam hari.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Hidayatulloh mengatakan, masyarakat harus tetap waspada terlebih bagi yang tinggal di dekat saluran air sungai dan di bawah tebingan. Karena hujan tinggi disertai angin kencang bisa melanda Kota Bogor.
"Untuk itu, kami meminta kepada masyarakat, terutama yang tinggal di tempat rawan bencana longsor, banjir, dan lain sebagainya untuk mengevakuasi diri sejak dini. Karena selama Maret ini sudah terjadi 30 kejadian bencana di Kota Bogor," ungkap Hidayatulloh, Minggu 17 Maret 2024.
Hidayatulloh memaparkan, dari 30 peristiwa bencana di Kota Bogor berdasarkan masing-masing kategori yaitu bangunan roboh sebanyak 8 kejadian, tanah longsor 15 kejadian, kebakaran 1 kejadian, terakhir pohon tumbang 6 kejadian. Bencana tersebut tersebar di enam kecamatan.
"Tercatat ada 8 rumah yang mengalami rusak ringan, 6 rusak sedang, dan 5 rusak berat. Sedangkan, peristiwa bencana juga menyebabkan 21 KK dan 82 jiwa terdampak, serta 6 orang mengalami luka ringan," paparnya.
"Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk waspada dan hati-hati, bila perlu mengevakuasi ke tempat yang lebih aman, demi menjaga keselamatan," tambahnya.
Ia membeberkan, ada beberapa titik terjadi bencana selama dua hari terakhir. Sebagian besar adalah bencana longsor seperti yang terjadi di wilayah Kelurahan Menteng, Pasir Jaya, Bojongkerta, Sempur dan Kelurahan Cibuluh.
"Ketika ada bencana, tim dan personel gabungan bergerak secepat mungkin ke TKP untuk melakukan asesmen. Berdasarkan data BMKG dari hasil pengolahan dan analisis data serta mempertimbangkan beberapa faktor kondisi fisis dan dinamika atmosfer, serta laut skala global ataupun regional baik yang sedang berlangsung dapat mempengaruhi kondisi iklim di provinsi Jawa Barat," bebernya. (rizki mauludi)
Editor : Doni Ramdhani

