Lantik PPPK dan Kepsek, Iwan Setiawan Tegaskan Tidak Jual Beli Jabatan
Kamis pagi hingga siang, Bupati Bogor Iwan Setiawan melantik dan kukuhkan 7.062 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) lingkup Pemerintah Kabupaten Bogor sebagai jabatan fungsional guru fungsional kesehatan dan fungsional teknis.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor-Kamis pagi hingga siang, Bupati Bogor Iwan Setiawan melantik dan kukuhkan 7.062 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) lingkup Pemerintah Kabupaten Bogor sebagai jabatan fungsional guru fungsional kesehatan dan fungsional teknis.
Selain itu, ia juga melantik 367 kepala sekolah dan pengawas baik di lingkup Sekolah Dasar Negeri (SDN) maupun Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN).
Kepada mereka yang dilantik, Iwan Setiawan menegaskan pelantikan pejabat di akhir masa jabatannya, ia tegaskan tidak ada kepentingan lain demi kemaslahatan masyarakat.
"Jangan trauma ada promosi dan rotasi, ini bukan cuci gudang maupun terjadi dugaan transaksional atau jual beli jabatan demi bekal saya ketika sudah tidak lagi menjadi Bupati Bogor. Laporkan jika ada oknum yang mengaku pihak saya, Dinas Pendidikam dan BKPSDM," tegas Iwan Setiawan kepada wartawan, Kamis, 28 Desember 2023.
Ia mengaku siap bertanggung jawab apabila ada oknum yang mengatasnamakan dirinya maupun jajarannya.
"Kami berkomitmen dengan Kepala Disdik dan Kepala BKPSDM, untuk tidak membuat cela di akhir masa jabatan saya sebagai Bupati Bogor. Dan jika ada oknum tersebut, walaupun saya tidak mau ada ujung permasalahan hukum, maka saya akan pertimbangkan untuk saya laporkan ke aparat penegak hukum," tuturnya.
Kepada yang mendapatkan promosi, ia ucapkan selamar dan kepada pejabat yang terkena rotasi ke sekolah yang kurang baik prestasinya maka itu adalah ujian.
"Jika ada kepala sekolah mendapatkan tugas di sekolah yang kurang berprestasi, maka buktikan bahwa Anda memiliki kualitas, kreatifitas dan inovasi hingga bisa membawa sekolah yang awalnya kurang berprestasi, menjadi berprestasi," tukas Iwan Setiawan. (Reza Zurifwan)***
Editor : JakaPermana

