LBH Bandung Kecam Teror Terhadap Ketua HMI Jabar Siti Nurhayati

LBH Bandung mengecam aksi teror terhadap Ketua HMI Badko Jabar yang memposting dugaan aktor intelektual penyerangan aktivis KontraS Andrie Yunus

LBH Bandung Kecam Teror Terhadap Ketua HMI Jabar Siti Nurhayati
LBH mengecam aksi teror terhadap Ketua HMI Badko Jabar Siti Nurhayati yang memposting dugaan aktor intelektual di balik penyerangan aktivis KontraS Andrie Yunus

INILAHKORAN.ID - LBH Bandung mengecam keras atas adanya teror terhadap Ketua Badko HMI Jabar, Siti Nurhayati Barsasmy, yang mengaku mendapat teror dari orang tak dikenal setelah ia memposting unggahan soal kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus

Kepala Advokasi dan Jaringan LBH Bandung Rafi Syaiful Ilham mengatakan, adanya intimidasi bagi mereka yang menyuarakan keadilan bagi Andri Yunus, merupakan penghalang terhadap kebebasan berpendapat dan berekspresi itu sendiri.

"Dan akhirnya ini akan terjadi preseden buruk terhadap demokrasi kita, terhadap demokrasi Indonesia, dan sudah terjadi ciri-ciri kemunduran demokrasi, dan hal ini merupakan kegagalan negara dalam menjalankan demokrasi Indonesia sendiri," kata Rafi, saat dihubungi, Senin (30/3/2026).

Rafi mengatakan, dengan apa yang menimpa Siti, pihaknya bakalan melakukan monitoring terhadap aktivis-aktivis di Jawa Barat yang mendapatkan ancaman untuk kebebasan berpendapat.

"LBH Bandung tetap konsisten untuk melakukan advokasi terhadap kebebasan berpendapat dan berekspresi, yang mana itu sudah menjadi hak asasi bagi setiap orang, yang tentunya harus semua negara bisa menghormati hak-hak tersebut," ungkap dia.

Sebelumnya, Ketua Badko HMI Jabar, Siti Nurhayati Barsasmy mengaku mendapat teror dari orang tak dikenal setelah ia memposting unggahan soal kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Siti mengungkap kejadian teror yang menimpanya berawal saat ia mengunggah postingan terkait kasus dugaan aktor intelektual dalam kasus kekerasan terhadap Andrie Yunus.

Tak lama setelah ia memposting, ia mendapat pesan teror yang menyinggung postingannya tersebut.

"Dalam pesan itu, saya diminta untuk diam. Bahkan disebutkan juga posisi ibu saya. Mereka mengancam, jika saya tidak menghapus foto atau video tersebut, saya akan bernasib seperti Bang Andri," kata dia, saat dihubungi, Senin (30/3/2026).

"Kemudian sekitar pukul 17.00, ada juga yang mengirim pesan melalui DM ke Instagram Badko HMI Jawa Barat. Isinya ditujukan kepada ketua umum, agar menyampaikan kepada saya untuk menghapus video tersebut. Jika tidak, organisasi akan dihancurkan," katanya.

"Selain itu, ada dua akun di kolom komentar video Instagram saya yang menuliskan narasi serupa, yaitu meminta video tersebut dihapus dengan ancaman organisasi akan dihancurkan. Kurang lebih seperti itu isi pesannya," sambung dia.

Siti mengaku tak lama setelah adanya pesan-pesan ancaman tersebut ia didatangi pihak kepolisian, dari Polres Garut. Kedatangan polisi untuk memastikan keselamatan dirinya.

"Dari Polres Garut datang ke rumah untuk memastikan dan mengecek data-data. Mereka juga memastikan keamanan dan keselamatan saya. Namun, saya belum membuat laporan resmi. Saya memilih langsung ke media karena ingin fokus mengawal kasus ini. Kalau membuat laporan, saya khawatir akan terdistraksi oleh proses administrasi," katanya. 

Namun begitu, kedepannya Siti bakalan berkordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban terkait apa yang menimpanya. Ia mengaku banyak pihak yang membantunya usai mendapat ancaman tersebut.

"LPSK sudah menghubungi. Selain itu, dari Komisi III juga akan ikut mengawal terkait keselamatan dan perlindungan saya melalui LPSK. Alhamdulillah, ancaman hanya terjadi pada hari itu saja. Setelahnya tidak ada lagi. Tapi saya tetap menjaga keamanan," kata dia.


Editor : Ahmad Sayuti