Ledia Hanifa:Hadapi Tantangan Melalui Pengamalan Empat Pilar Kebangsaan
Penguatan pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan sangat penting dilakukan. Hal ini agar siap menghadapi tantangan hidup berbangsa dan bernegara. Anggota MPR RI Ledia Hanifa Amalia mengatakan, dewasa ini sangat banyak tantangan kebangsaan yang mesti dihadapi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung,- Penguatan pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan sangat penting dilakukan. Hal ini agar siap menghadapi tantangan hidup berbangsa dan bernegara.
Anggota MPR RI Ledia Hanifa Amalia mengatakan, dewasa ini sangat banyak tantangan kebangsaan yang mesti dihadapi.
“Tetapi kalau kita bersama-sama mengimplementasikan 4 Pilar Kebangsaan dalam keseharian tentu kita akan siap menghadapinya untuk menyambut masa depan Bangsa Indonesia yang kebih baik," ujar Ledia, di hadapan sejumlah mahasiswa Kampus Politeknik TEDC, dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Hotel Lingga, Kota Bandung, Selasa (9/2/2014) lalu.
Pada kegiatan yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat ini, Ledia memaparkan tujuan dilangsungkannya Sosialisasi 4 Pilar MPR RI. Selain itu, dia juga meyampaikan sejumlah tantangan kebangsaan serta informasi-informasi terkini terkait kegiatan anggota dewan di MPR/DPR RI.
“Sebagai anggota DPR yang juga sekaligus anggota MPR RI, saya memiliki kewajiban untuk melaksanakan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini, terkait Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, kepada seluruh masyarakat khususnya yang menjadi konstituen di daerah pemilihan,” Jelas Ledia
Menurut dia, sosialisasi wawasan kebangsaan ini menjadi penting untuk terus disampaikan, sebab pada dasarnya kita memerlukan penguatan pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan agar siap menghadapi tantangan hidup berbangsa dan bernegara.
“Sebagaimana pepatah bilang, lancar kaji karena diulang, maka wawasan kebangsaan perlu kita terus sosialisasikan ke tengah masyarakat agar semakin mengakar sebagai karakter Bangsa dan mudah diimplementasikan terutama oleh kaum muda yang akan menjadi generasi penerus pemimpin dan penggerak negeri ini," papar dia.
Sementara itu mengenai tantangan kebangsaan yang harus siap dihadapi, Ledia memaparkan empat tantangan kebangsaan yang disarikan dari TAP MPR No VI Tahun 2001 yaitu:
Pertama, lemahnya penghayatan dan pengamalan agama serta munculnya pemahaman terhadap ajaran agama yang keliru dan sempit. Kedua, kurangnya penghargaan akan kemajemukan. Ketiga, kurangnya keteladanan. Dan keempat, lemahnya penegakan hukum.
“Ini hanya sebagian dari tantangan kebangsaan yang masih kerap kita temui di samping tantangan-tantangan lain. Padahal ketika kita mau mengacu pada nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, semangat Bhinneka Tunggal Ika dan persatuan dalam NKRI tentu kita akan menemukan jawabannya. Karena itulah pengamalan nilai-nilai dalam 4 Pilar Kebangsaan ini menjadi bagian yang terus dihidupkan lewat sosialisasi pada masyarakat dan kurikulum pendidikan," pungkasnya.(rianto nurdiansyah)
Editor : Ghiok Riswoto

