Legislator Jabar Minta Pemprov Berkolaborasi Bersama APH, Tangani Pungli 

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat Muhamad Romli meminta pemerintah provinsi (Pemprov), untuk berkolaborasi bersama aparat penegak hukum (APH), dalam menangani masalah pungutan liar (Pungli) di Jabar.

Legislator Jabar Minta Pemprov Berkolaborasi Bersama APH, Tangani Pungli 
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat Muhamad Romli meminta pemerintah provinsi (Pemprov), untuk berkolaborasi bersama aparat penegak hukum (APH), dalam menangani masalah pungutan liar (Pungli) di Jabar./Yuliantono

INILAHKORAN, Bandung - Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat Muhamad Romli meminta pemerintah provinsi (Pemprov), untuk berkolaborasi bersama aparat penegak hukum (APH), dalam menangani masalah pungutan liar (Pungli) di Jabar.

Legislator Jabar ini mengaku prihatin, akibat Pungli nama baik menjadi tercoreng. Dampaknya kata Romli, kunjungan wisata pada libu Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 lalu menjadi kurang greget.

"Kami mendorong adanya tindakan tegas terhadap siapapun yang melakukan pemerasan, karena ini dapat merusak citra pariwisata Indonesia, khususnya Jawa Barat. Pemerintah harus memiliki komitmen untuk menanggulangi hal ini agar tidak mengganggu kedatangan wisatawan," ujar Romli di Kota Bandung baru-baru ini.

"Lebih baik lagi kalau bekerjasama dengan aparat kepolisian, untuk mengatasi Pungli ini," imbuhnya.

Selain itu, Romli juga menyoroti ketimpangan pengembangan pariwisata di Jawa Barat. Kota-kota besar seperti Bandung dan Pangandaran memang dikenal dengan potensi wisatanya, namun banyak daerah lain di Jawa Barat yang juga memiliki potensi yang belum tergali secara maksimal. 

Ia meminta pemerintah daerah untuk memperhatikan pengembangan objek wisata di seluruh wilayah, serta memastikan keberpihakan anggaran untuk memfasilitasi pengembangan tersebut.

"Sosialisasi dan pengembangan wisata tidak bisa hanya mengandalkan Bandung dan Pangandaran. Setiap daerah di Jawa Barat punya potensi wisata yang besar, dan kita harus bekerja sama untuk mempromosikannya," ucapnya.

Dia juga mendorong kerjasama antara pemerintah daerah dan media massa, untuk lebih menginformasikan destinasi wisata yang ada di Jawa Barat, agar wisatawan tidak hanya tertarik pada satu kota saja.

Romli berharap, dengan langkah-langkah yang lebih terkoordinasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan media, sektor pariwisata Jawa Barat dapat berkembang pesat. 

Ia juga mengingatkan bahwa tanpa anggaran yang cukup, semua upaya ini akan sia-sia. Oleh karena itu, penting untuk merencanakan anggaran dengan matang agar pengembangan pariwisata dapat berjalan efektif.

“Keberhasilan dalam meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Jawa Barat tidak hanya tergantung pada promosi, tetapi juga pada kenyamanan dan keamanan yang bisa kita jamin,” ujarnya.

Dia menekankan, bahwa komitmen dari semua pihak sangat penting untuk memastikan bahwa Jawa Barat tetap menjadi tujuan wisata yang menarik, aman dan nyaman bagi wisatawan domestik maupun internasional.***


Editor : JakaPermana