Lela Tempuh Upaya Ekshumasi Makam Saprial di TPU Mbah Cikur Cibabat untuk Ungkap Penyebabnya dan Tuntut Keadilan

Proses ekshumasi makam Saprial di TPU Mbah Cikur Cibabat dilakukan lantaran Lela (46) berupaya untuk mencari keadilan bagi adiknya Saprial (38) yang tewas lantaran diduga menjadi korban penganiayaan pada 22 Desember 2024.

Lela Tempuh Upaya Ekshumasi Makam Saprial di TPU Mbah Cikur Cibabat untuk Ungkap Penyebabnya dan Tuntut Keadilan
Sebelum proses ekshumasi makam Saprial di TPU Mbah Cikur Cibabat dilakukan, upaya mediasi pun ditempuh Lela dan keluarganya agar persoalan tersebut bisa diselesaikan dengan musyawarah. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Cimahi - Proses ekshumasi makam Saprial di TPU Mbah Cikur Cibabat dilakukan lantaran Lela (46) berupaya untuk mencari keadilan bagi adiknya Saprial (38) yang tewas lantaran diduga menjadi korban penganiayaan pada 22 Desember 2024.

Sebelum proses ekshumasi makam Saprial di TPU Mbah Cikur Cibabat dilakukan, upaya mediasi pun ditempuh Lela dan keluarganya agar persoalan tersebut bisa diselesaikan dengan musyawarah.

Namun, upaya tersebut menemui jalan buntu hingga akhirnya dia melapor ke SPKT Polres Cimahi agar adiknya bisa mendapatkan keadilan yang kemudian dilakukan proses ekshumasi makam Saprial di TPU Mbah Cikur Cibabat pada Selasa 14 Januari 2025.

"Kita belum tahu kejadiannya seperti apa. Tapi sesudah pemakaman kita baru tahu ada yang desas-desus ini pengeroyokan," kata Lela saat ditemui di lokasi.

"Kita enggak tahu pengeroyokan karena apa," sambungnya.

Setelah mendengar desas-desus itu, ungkap Lela, pihak keluarga berkumpul dan berembug hingga ada empat orang yang diduga melakukan penganiayaan datang ke rumah.

"Yang satu dia sudah mengakui bahwa dia ngeroyok dan memukul. Tapi yang saya sesalkan aparat di sana RT/RW itu enggak ada yang ngomong satu pun ke keluarga. Padahal kejadiannya itu malam hari. Kalau misalkan keluarga tahu penyebab almarhum meninggal karena apa," ungkapnya.

Menurutnya, mungkin jika pihak keluarga mengetahui penyebab kematian korban. Pihaknya pun bakal langsung mengambil langkah untuk membuat laporan kepada kepolisian.

"Kita belum tahu dikeroyoknya karena apa. Itu bagian penyidik, kita serahkan dan kita percayakan kepada penyidik untuk langkah yang dilakukan ke depan," tuturnya.

"Yang penting saya minta keadilan untuk adik saya," tegas Lela.

Lela mengaku, pihaknya sempat melakukan mediasi selama dua hari lantaran mengkhawatirkan kondisi keluarga almarhum adiknya.

"Dari mediasi dua hari itu tidak ada titik temu dan saya langsung melapor ke SPKT Polres Cimahi," ujarnya.

Sedangkan, sambung Lela, pihak RT/RW itu seperti memihak ke terduga pelaku lantaran tidak ada laporan kepada pihak keluarga korban.

"Padahal ada kakak saya (Tedi) dan RW pun sudah menerima laporan. Bahkan, rumah RT itu berhadapan langsung dengan korban. Namun, tidak ada laporan ke keluarga," ujarnya.

"Keluarga enggak ada yang tahu kenapa almarhum bisa meninggal. Bahkan, tetangga seperti menutup-nutupi. Atau terduga pelaku dilindungi RT/RW itu," ucapnya.

Kuasa hukum keluarga, Suwarman menambahkan proses ekshumasi makam Saprial di TPU Mbah Cikur Cibabat dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban. Termasuk meminta kepastian hukum untuk korban.

"Kita serahkan kepada pihak kepolisian. Kami percaya penegakkan hukum di Polres Cimahi," kata Suwarman.


Editor : Doni Ramdhani