Libur Panjang, Polres Cimahi Siapkan Rekayasa One Way di Jalur Wisata Lembang

Satlantas Polres Cimahi telah merancang strategi pengaturan lalu lintas fleksibel untuk mencegah kemacetan parah di kawasan wisata Bandung Barat.

Libur Panjang, Polres Cimahi Siapkan Rekayasa One Way di Jalur Wisata Lembang
Libur panjang membawa dampak arus kendaraan padat. Polres Cimahi siapkan rekayasa one way situasional di jalur Kolonel Masturi-Seskoad. (agus satia negara)

INILAHKORAN.ID - Satlantas Polres Cimahi telah merancang strategi pengaturan lalu lintas fleksibel untuk mencegah kemacetan parah di kawasan wisata Bandung Barat.

Polres Cimahi tidak akan menerapkan pola baku, melainkan mengandalkan sistem situasional yang disesuaikan sepenuhnya dengan kepadatan arus kendaraan yang terjadi di lapangan. Sebab, karakteristik pergerakan wisatawan kali ini dinilai berbeda dan lebih padat dibandingkan hari libur biasa.

KBO Satlantas Polres Cimahi Iptu Bayu Subakti mengungkapkan titik terberat arus kendaraan diprediksi memusat di jalur-jalur utama menuju Lembang, kawasan yang selalu menjadi tujuan utama wisatawan. 

"Potensi penumpukan kendaraan diproyeksikan terjadi mulai pagi hari hingga sore, mengingat tingginya animo masyarakat untuk berlibur ke daerah pegunungan," kata Bayu, Kamis (28/5/2026).

Berdasarkan pengalaman dan data kepolisian, terang Bayu, ruas jalan di wilayah ini kerap kali berubah menjadi laju kendaraan lambat bahkan macet total saat musim liburan maupun akhir pekan.

"Pola pergerakan wisatawan pada momentum libur panjang kali ini berbeda dibanding hari libur biasa, sehingga berpotensi menimbulkan kepadatan di sejumlah jalur wisata," terangnya.

"Lonjakan kendaraan diprediksi terjadi dari pagi hingga sore hari, khususnya di jalur utama Lembang yang memang selalu padat saat musim liburan," ujarnya.

Untuk mengurai kepadatan tersebut, pihaknya telah menyiapkan skema pengaturan khusus berupa rekayasa Contra Flow maupun one way Sepenggal. 

"Mekanisme ini tidak diterapkan secara serentak atau berjadwal, melainkan akan diberlakukan secara selektif hanya di titik-titik yang dinilai paling kritis dan padat,"terangnya.

Tim kepolisian, lanjut Bayu, bakal terus bergerak melakukan pemantauan berkeliling dan pengecekan arus secara berkala untuk menentukan kapan dan di mana rekayasa itu harus dijalankan.

"Rekayasa yang diterapkan di antaranya sistem CB atau One Way secara situasional. Penerapannya murni melihat kondisi di lapangan, titik mana yang paling padat dan butuh penanganan. Kami tidak kaku, yang penting lalu lintas tetap mengalir lancar dan aman," tegasnya.

Bayu memastikan, prioritas utama pengamanan dan pengaturan lalu lintas difokuskan sepenuhnya pada koridor utama kawasan wisata Lembang. Ruas jalan yang menjadi perhatian utama meliputi Jalan Kolonel Masturi, Jalan Brigjen, hingga kawasan sekitar Seskoad Lembang. 

"Di titik-titik inilah petugas akan ditempatkan dan rekayasa lalu lintas paling mungkin diberlakukan demi kenyamanan dan keselamatan para wisatawan maupun warga lokal," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani