Libur Tahun Baru, Bandung Zoo Ramai Wisatawan yang Datang Sekaligus Berikan Donasi

Bandung Zoo kembali dipadati wisatawan pada momen libur Tahun Baru 2026 meski belum beroperasi secara normal. Kedatangan pengunjung kali ini tidak hanya untuk berwisata, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan satwa melalui donasi sukarela.

Libur Tahun Baru, Bandung Zoo Ramai Wisatawan yang Datang Sekaligus Berikan Donasi
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean pengunjung telah mengular sejak Jumat 2 Januari 2026 pagi. Sebagian besar wisatawan datang bersama keluarga untuk memanfaatkan libur sekolah. (cesar yudistira)

INILAHKORAN.ID - Bandung Zoo kembali dipadati wisatawan pada momen libur Tahun Baru 2026 meski belum beroperasi secara normal. Kedatangan pengunjung kali ini tidak hanya untuk berwisata, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan satwa melalui donasi sukarela.

Pantauan di lokasi menunjukkan antrean pengunjung telah mengular sejak Jumat 2 Januari 2026 pagi. Sebagian besar wisatawan datang bersama keluarga untuk memanfaatkan libur sekolah.

Di area pintu masuk, pengelola menyiapkan sebuah kotak berwarna cokelat dan rak besar yang difungsikan sebagai tempat menampung sumbangan berupa uang maupun bahan pakan seperti sayur dan buah-buahan. Sistem donasi ini telah diterapkan sejak beberapa waktu terakhir untuk membantu kebutuhan operasional kebun binatang.

Bandung Zoo diketahui tengah menghadapi persoalan internal yang berdampak pada penghentian operasional. Kondisi tersebut berimbas pada keuangan pengelola, termasuk pemenuhan pakan satwa dan pembayaran gaji karyawan.

Pengelola menyebutkan kebutuhan pakan satwa mencapai sekitar Rp415 juta per bulan atau setara Rp13 juta per hari. Situasi keuangan yang semakin kritis mendorong dibukanya donasi sejak sekitar tiga bulan lalu. Pada salah satu pekan di Desember 2025, masyarakat mulai diperbolehkan masuk dengan skema donasi sukarela sebagai pengganti tiket.

Salah seorang pengunjung asal Cikutra, Agus (46) mengaku mengetahui informasi Bandung Zoo bisa dikunjungi dari tetangga dan media sosial. Ia kemudian mengajak istri dan dua anaknya untuk berlibur sambil memberikan edukasi.

“Kita liburan, anak-anak butuh pengetahuan di bidang binatang. Yang kecil pengen tahu, kan baru ke sini. Sekalian wisata liburan sekolah,” ujar Agus.

Ia mengaku menyumbangkan uang sebesar Rp30 ribu sebagai bentuk dukungan. Agus berharap donasi tersebut dapat membantu menyelamatkan Bandung Zoo dari ancaman penutupan.

Menurut Agus, kebun binatang tersebut memiliki nilai emosional karena menjadi bagian dari kenangan masa kecilnya. Ia berharap tempat itu tetap bertahan dan bisa diwariskan kepada anak-anaknya.

“Jangan sampai ditutup dan dipindahkan. Jadi semoga situasinya lekas pulih seperti biasa,” katanya.

Pengunjung lainnya, Tedy (28), juga mengungkapkan hal serupa. Ia mengenang masa kecilnya yang kerap diajak orang tua berkunjung ke Bandung Zoo untuk belajar tentang satwa.

“Waktu kecil saya sering dibawa ke sini sama orang tua. Sekarang giliran saya ajak anak ke sini, belajar sambil rekreasi,” ucap Tedy.

Namun, Tedy mengamati sebagian satwa terlihat kurang bertenaga. Meski tidak mengetahui penyebab pastinya, ia menduga kondisi tersebut berkaitan dengan persoalan yang tengah dihadapi pengelola.

“Saya prihatin, hewan-hewan juga kelihatan lemas. Harapannya minimal seperti dulu lagi, tidak ada permasalahan seperti sekarang,” ujarnya.

Sementara itu, Humas Bandung Zoo Sulhan Syafi’i memperkirakan jumlah pengunjung mencapai sekitar 50 ribu orang sejak Kamis, 25 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Ia mengaku terkejut dengan antusiasme masyarakat.

“Kita kaget, jam tujuh kurang mereka sudah ada di parkiran, karyawan kita belum siap-siap,” kata Sulhan.

Ia menegaskan bahwa donasi tidak bersifat wajib. Pengunjung tetap diperbolehkan masuk meski tidak membawa uang atau pakan satwa.

“Kalau tidak bawa apa-apa silakan saja, karena Wali Kota meminta ini menjadi ruang publik berupa kebun binatang,” ujarnya.


Editor : Doni Ramdhani