Lihat UTD PMI Kabupaten Bogor Kurang Representatif, Hati Bupati Rudy Susmanto Terketuk

Rencana pembangunan kantor baru PMI Kabupaten Bogor dengan besar anggaran sebesar Rp27 miliar bakal direalisasikan pada 2026 mendatang.

Lihat UTD PMI Kabupaten Bogor Kurang Representatif, Hati Bupati Rudy Susmanto Terketuk
Hal itu dipastikan, setelah Bupati Bogor Rudy Susmanto terketuk hatinya setelah melihat kondisi kantor lama PMI Kabupaten Bogor, dimana Unit Transfusi Darah (UTD) saat ini kurang representatif. (reza zurifwan)

INILAHKORAN, Bogor - Rencana pembangunan kantor baru PMI Kabupaten Bogor dengan besar anggaran sebesar Rp27 miliar bakal direalisasikan pada 2026 mendatang.

Hal itu dipastikan, setelah Bupati Bogor Rudy Susmanto terketuk hatinya setelah melihat kondisi kantor lama PMI Kabupaten Bogor, dimana Unit Transfusi Darah (UTD) saat ini kurang representatif.

"Insyaallah kalau tidak ada halangan, Pemkab Bogor akan membangun kantor baru PMI Kabupaten Bogor pada Tahun 2026 mendatang. Agar UTD kita lebih reoresentatif dan sesuai dengan standar yang ditetapkan PMI Pusat," kata Rudy Susmanto kepada wartawan, Senin 13 Oktober 2025.

Rudy Susmanto menuturkan, sejak jauh hari jajarannya sudah membuat feasibility study (FS) dan detail engineering design (DED) kantor baru PMI Kabupaten Bogor.

"Dengan gedung baru, UTD PMI Kabupaten Bogor bisa meningkatkan layanan donor darah dari 2.000 menjadi 9.000 kantong darah perbulannya," tutur Rudy Susmanto.

Sebelumnya, di sebuah ruangan yang tak terlalu luas di Cibinong, deru mesin pendingin dan dentingan alat medis berpadu dengan suara riuh para pendonor yang datang silih berganti. 

Seorang petugas  PMI Kabupaten Bogor dengan sigap menyambut setiap warga yang sebagian datang atas panggilan kemanusiaan, sebagian lagi karena sudah menjadi rutinitas bulanan.

Namun, di balik tingginya animo masyarakat untuk berdonor, tersimpan persoalan klasik yang kian mendesak: ruang yang kian sempit.

"Jumlah masyarakat Kabupaten Bogor hampir enam juta jiwa, dan antusiasme warga untuk berdonor sangat tinggi. Tapi kapasitas unit pengolahan darah kami terbatas,” tutur Indra Fernanto, Ketua PMI Kabupaten Bogor.

PMI Kabupaten Bogor kini berjuang di tengah keterbatasan. Setiap hari, kantornya di Cibinong menerima aliran darah dari berbagai kegiatan donor yang diadakan di kecamatan, sekolah, hingga instansi pemerintahan.

Namun, semakin banyak darah yang masuk, semakin besar pula tantangan di belakang layar: ruang penyimpanan yang tak memadai, alat pemrosesan yang bekerja hampir tanpa jeda, dan tenaga medis yang berpacu dengan waktu.

Kabar baiknya, impian untuk memiliki kantor baru bukan lagi sekadar wacana. Lokasi sudah ditetapkan — di Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong, tepat di sebelah Kantor Bogor Siaga 112.

FS dan DED telah rampung. Tinggal menunggu kepastian anggaran sebesar Rp 27 miliar agar pembangunan bisa dimulai pada tahun 2026.

“Semoga segera terealisasi. Kami butuh ruang yang lebih layak agar pelayanan terhadap masyarakat semakin maksimal,” harap Indra Fernanto.

PMI Kabupaten Bogor bukan hanya melayani wilayahnya sendiri. Dalam banyak kesempatan, kota dan kabupaten di sekitarnya — seperti Kota Bogor, Kota Depok, hingga sebagian wilayah Bekasi — juga bergantung pada stok darah dari sini.

"Kalau wilayah sekitar kekurangan darah, mereka sering meminta ke Unit Pengolahan Darah PMI Kabupaten Bogor,” jelas Indra.

Peran sebagai regional blood bank ini membuat beban kerja mereka meningkat jauh dari kapasitas ideal. Namun, semangat kemanusiaan menjadi bahan bakar utama yang menjaga roda pelayanan tetap berputar.

Bagi PMI, setiap tetes darah adalah simbol kehidupan. Di ruang kecil yang mereka miliki saat ini, mereka tak hanya mengolah darah — mereka menjaga asa ribuan orang yang tengah berjuang di rumah sakit.

Kantor baru nanti bukan sekadar bangunan megah. Ia akan menjadi simbol penghargaan terhadap semangat para relawan, tenaga medis, dan pendonor yang tanpa pamrih menjaga denyut kemanusiaan di Kabupaten Bogor.

“Harapan kami sederhana, agar semakin banyak nyawa yang bisa tertolong, dari tempat yang lebih layak,” tutupnya.


Editor : Doni Ramdhani