Literasi Digital Sejak Dini

Literasi Digital Sejak Dini
PP TUNAS: Seorang anak tampak sedang bermain gawai. Kemkomdigi memperkuat implementasi PP Tunas di lingkungan sekolah

INILAH, Jakarta - Menjadi pintar menggunakan gawai belum tentu berarti bijak menggunakan internet. Di tengah derasnya arus informasi, anak-anak membutuhkan bekal agar mampu mengenali risiko, memilah informasi, dan menjaga dirinya di ruang digital.

Kesadaran itu mendorong Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memperkuat implementasi PP Tunas di sekolah. Melalui pendekatan edukatif, kementerian ingin membentuk peserta didik menjadi pengguna internet yang cerdas, aman, dan bertanggung jawab.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemkomdigi Bonifasius Wahyu Pudjianto mengatakan nilai-nilai dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak akan diintegrasikan ke dalam kegiatan literasi digital di sekolah.

“Dengan demikian, sekolah memiliki referensi yang mudah diterapkan tanpa menambah beban kurikulum yang sudah ada,” kata Bonifasius, seperti dikutip dari ANTARA.

Kemkomdigi menyiapkan modul, buku panduan, serta berbagai materi pembelajaran yang ramah anak. Pelatihan juga diberikan kepada guru, orang tua, dan siswa agar memiliki pemahaman yang sama mengenai pelindungan anak di ruang digital.

Ada lima nilai utama yang ingin ditanamkan kepada peserta didik, yakni aman, bertanggung jawab, kritis, produktif, dan berani melapor jika menemukan perundungan siber, eksploitasi, atau bentuk kekerasan digital lainnya.

Selain mengajarkan cara melindungi data pribadi dan mengenali hoaks, siswa juga didorong memanfaatkan internet secara kreatif, termasuk menggunakan kecerdasan artifisial (AI) untuk belajar dan berkarya.

“Melalui penguatan nilai-nilai tersebut, Komdigi berharap anak-anak Indonesia tidak hanya terlindungi dari risiko di ruang digital, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara optimal untuk mendukung proses belajar, kreativitas, dan masa depan mereka,” ujar Bonifasius. (gin)


Editor : Inilahkoran