LKP Jangan Musiman, Komisi X DPR Dorong Kursus Berbasis Kebutuhan Kerja
Komisi X DPR mendorong lembaga kursus dan pelatihan (LKP) untuk memperkuat kualitas kurikulum dan menyesuaikan program pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Komisi X DPR mendorong lembaga kursus dan pelatihan (LKP) untuk memperkuat kualitas kurikulum dan menyesuaikan program pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.
Hal itu disampaikan anggota Komisi X DPR Ferdiansyah dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Penguasaan Kurikulum dalam Penerapan Pembelajaran Khusus dan Pelatihan Tahap 1 di Horison Tasikmalaya, Sabtu (9/5/2026).
Ferdiansyah mengatakan, penguatan kurikulum penting dilakukan agar peserta didik yang lulus dari lembaga pelatihan memiliki standar kompetensi yang jelas dan sesuai kebutuhan lapangan kerja.
“Bimbingan teknis ini tentang penguatan lembaga khusus dan pelatihan, termasuk penguatan standar kurikulum supaya peserta didik yang lulus memiliki standar kompetensi,” ujarnya.
Dia menyoroti tingginya jumlah penduduk di Jawa Barat yang mencapai sekitar 18,95 persen dari total penduduk Indonesia. Namun di sisi lain, rata-rata lama sekolah di sejumlah daerah, termasuk daerah pemilihannya, dinilai masih belum menggembirakan meski mengalami peningkatan.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama, terutama dalam menangani anak putus sekolah.
“Kita harus memikirkan apakah anak-anak yang putus sekolah diarahkan ke pendidikan nonformal atau tetap melanjutkan ke lembaga formal,” katanya.
Ferdiansyah juga meminta pemerintah daerah dan dinas pendidikan aktif melakukan evaluasi terhadap keberadaan LKP agar tidak hanya muncul sementara tanpa kualitas yang jelas.
“Jangan sampai lembaga ini seperti kafe, sekarang ada besok mati, besok ada lagi lalu hilang lagi. Harus ajek,” tegasnya.
Selain itu, ia mendorong LKP untuk lebih peka terhadap kebutuhan pasar kerja. Menurut dia, program pelatihan harus mengikuti kebutuhan masyarakat dan peluang kerja yang berkembang.
Dia mencontohkan kebutuhan tenaga pendamping lansia di wilayah Jabodetabek yang disebut mencapai puluhan ribu orang.
“Kalau peluang itu bisa ditangkap, itu bisa menjadi kesempatan bagi LKP di Tasikmalaya,” ujarnya.
Tak hanya itu, peluang jasa kebersihan rumah tangga dan penjagaan rumah saat momentum libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru juga dinilai dapat menjadi sektor yang dikembangkan lembaga kursus.
Namun demikian, ia menekankan pentingnya membangun kepercayaan dan kualitas lulusan.
“LKP harus bisa menjamin peserta didik dan alumninya berkualitas serta memiliki tingkat kejujuran yang tinggi,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ferdiansyah juga mendorong para pendidik untuk terus memperbarui wawasan dan kreatif dalam sistem pembelajaran, termasuk membuka kemungkinan pola barter dalam pembiayaan kursus.
“Kalau ada yang ingin kursus tapi tidak punya uang, misalnya punya hasil pertanian, itu jangan disia-siakan. Harus ada kreativitas dan saling menguntungkan,” pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani


