Lokasi Sekolah Rakyat Masih Dicari, Gedebage Jadi Solusi

Dinsos Kota Bandung kemungkinan besar akan membangun sekolah rakyat permanen di Gedebage

Lokasi Sekolah Rakyat Masih Dicari, Gedebage Jadi Solusi
Kadinsos Kota Bandung Yorisa Sativa mengaku sekolah rakyat permanen membutuhkan lahan yang luas, kemungkinan besar daerah timur seperti Gedebage jadi solusi lokasi pendirian sekolah tersebut. Foto Yogo Triastopo

INILAHKORAN.ID - Dinsos Kota Bandung hingga kini masih mencari lahan untuk membangun sekolah rakyat permanen. Kebutuhan lahan yang luas memungkinkan kawasan timur, seperti Gedebage jadi lokasi pembangunan. 

Kepala Dinsos Kota Bandung, Yorisa Sativa menyampaikan, hingga kini Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih mencari lokasi yang sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Sosial terutama terkait syarat luas lahan minimal 5 hektare.

“Ya, masih menunggu lokasi. Saya akan lapor lagi ke pimpinan agar lokasi yang kita rencanakan di daerah timur, mudah-mudahan bisa diapprove,” kata Yorisa, Sativa, Sabtu (4/7/2026).

Menurutnya, Pemkot Bandung juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial mencari solusi atas keterbatasan lahan di wilayah perkotaan. Karena syarat yang diminta harus minimal 5 hektare.

“Kami akan koordinasi juga dengan Kemensos. Jadi kami akan terus berupaya untuk memenuhi, minimal mendekati. Kalau sampai 5 hektare, mungkin agak susah di Kota Bandung,” ucapnya.

Yorisa menuturkan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bandung. Namun ketersediaan lahan berukuran besar, sangat terbatas.

“Sudah berkoordinasi dengan BKAD juga, cukup jarang lahan seluas itu. Jadi kami akan mencoba juga negosiasi ke Kemensos agar minimal mendekati besaran luas,” ujar dia.

Dia mengungkapkan, saat ini sudah ada empat calon lokasi yang disiapkan yakni di Ujung Berung, Cibiru, Mbah Garut dan Gedebage. Namun dari sejumlah opsi tersebut, Gedebage menjadi lokasi yang paling berpotensi dipilih.

“Ada 4 lokasi. Ada daerah Ujung Berung, ada daerah Cibiru, ada daerah Mbah Garut. Nah, satu lagi di daerah Gedebage. Kemungkinan sih mengerucut ke daerah Gedebage,” jelasnya.

Meski demikian, Gedebage masih memiliki kendala pada aspek luas lahan. Namun lokasi tersebut, dinilai paling sesuai dengan kriteria lain yang ditetapkan pemerintah pusat. “Gedebage itu masuk ke dalam kategori sebagai sekolah rakyat. Cuma kurangnya adalah luasnya saja,” tutur dia.

Saat ini sambung Yorisa, sekolah rakyat di Kota Bandung masih berstatus rintisan dan tetap beroperasi di beberapa lokasi yang telah berjalan. “Masih tetap beroperasi. Namanya sekolah rakyat rintisan,” ucapnya.

Dia menambahkan, program tersebut merupakan bagian dari rencana nasional agar setiap kabupaten dan kota memiliki sekolah rakyat permanen yang nantinya akan dibangun Kementerian PUPR dan didukung sarana prasarana Kementerian Sosial.

“Nanti kalau permanen sudah dibangun oleh Kementerian PUPR, sudah disupport sarprasnya oleh Kemensos. Nah yang rintisan itu pindah ke situ,” ujar dia.

Saat ini, sekolah rakyat di Kota Bandung menampung sekitar 250 siswa yang terdiri dari berbagai jenjang pendidikan. Para siswa tersebut tersebar di tiga lokasi yakni Wyata Guna, Poltekesos Dago dan BBPVP milik Kementerian Ketenagakerjaan di kawasan depan Trans Studio.

“Jumlah siswa Kota Bandung, kita punya 250 siswa yang terdiri dari 50 SD, 100 siswa SMP dan 100 lagi siswa SMA,” tandasnya.


Editor : Ahmad Sayuti