Longsor Arjasari: Upaya Pencarian Berlanjut, Mantan Bupati Minta Mitigasi Diperkuat
Petugas SAR, relawan, dan warga terus memperluas area pencarian karena kondisi tanah masih labil di Arjasari.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID — Tim gabungan terus berjibaku melakukan pencarian korban longsor yang terjadi di Kampung Condong, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jumat 5 Desember 2025. Material tanah yang menimbun rumah dan lahan warga cukup tebal, sehingga proses evakuasi menghadapi kendala.
Hingga Sabtu, 6 Desember 2025 sekitar pukul 16.55 WIB, satu warga berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang, yaitu Asiyah (60), Citra (20), dan Arjuna (10). Petugas SAR, relawan, dan warga terus memperluas area pencarian karena kondisi tanah masih labil akibat hujan yang terus mengguyur kawasan tersebut.
Di tengah proses evakuasi yang berjalan, mantan Bupati Bandung, Dadang M. Naser, turut datang ke lokasi untuk melihat langsung situasi lapangan. Ia menilai bencana ini menjadi sinyal kuat bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan mitigasi bencana berbasis lingkungan.
Menurut Dadang, kawasan lereng yang longsor memiliki kemiringan curam tanpa penyangga vegetasi yang memadai. Kegiatan perkebunan yang dilakukan di lereng terjal disebut turut memperlemah struktur tanah sehingga mudah tergerus air.
“Kita harus sadar kondisi lingkungan. Tanaman sayuran di kemiringan lebih dari 30 derajat itu sangat berisiko. Butuh pohon berkayu besar, akar kuat penahan tanah,” ujarnya.
Ia menegaskan program penghijauan harus diperkuat dan tidak hanya bersifat seremonial. Tanaman seperti alpukat yang memiliki akar kuat perlu diperbanyak sebagai pengganti tanaman musiman. Selain itu, sungai-sungai di Kabupaten Bandung disebut perlu dibersihkan dan diperdalam untuk meningkatkan kapasitas tampung air.
Dadang juga mengingatkan pentingnya edukasi lingkungan untuk memutus kebiasaan masyarakat yang dinilai masih mengabaikan kelestarian alam.
“Kita harus hentikan pembalakan liar dan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Kerusakan ini jelas campur tangan manusia,” katanya menegaskan.
Pemkab Bandung diharapkan bergerak cepat melakukan asesmen wilayah rawan, memetakan titik potensi longsor, dan menyiapkan langkah preventif yang lebih terarah. Kolaborasi antara pemerintah, aparat kewilayahan, hingga masyarakat dinilai kunci dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana di masa mendatang.
Sementara itu, tim SAR masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap tiga korban yang masih hilang dengan teknik penyisiran manual karena akses alat berat terbatas. Situasi di lokasi kejadian masih dipantau secara ketat untuk mengantisipasi longsor susulan.
Editor : Firda Rachmawati

