Longsor Terjang Dua Dusun di Karawang Ratusan Warga Terancam Terisolir
Hujan yang turun setiap hari di Kabupaten Karawang menyebabkan longsor di sejumlah wilayah. Di Dusun Mujiah, sebanyak 258 kepala keluarga terancam terisolir.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Hujan yang turun setiap hari di Kabupaten Karawang menyebabkan longsor di sejumlah wilayah. Di Dusun Mujiah, Desa Sekarmulya, Kecamatan Telukjambe Barat sebanyak 258 kepala keluarga terancam terisolir karena tidak ada akses jalan bagi warga.
Sedangkan di Dusun Leuwisisir 2 rumah sudah tergerus longsor dan mengancam ratusan rumah lainnya di sepanjang sungai Cibeet.
Sekretaris Desa Mekarmulya Yusuf Tonjiri mengatakan, musibah longsor terjadi di dua Dusun yaitu Dusun Mujiah dan Dusun Leuwisisir. Di Dusun Mujiah longsor membelah jalan utama sehingga sulit dilalui warga.
Jika jalan utama terbelah lagi maka menutup sepenuhnya akses warga ke kota. Padahal di Dusun Mujiah sebanyak 715 jiwa dari 258 kepala keluarga tingga di Dusun tersebut.
"Kalau rumah warga ada sekitar 208 rumah. Jika longsor terus menggerus jalan maka warga yang tinggal didusun tersebut akan terisolasi karena tidak ada akses jalan lainnya," kata Yusuf Tonjiri, Rabu 11 Februari 2026.
Yusuf mengatakan, warga sudah melaporkan peristiwa longsor tersebut ke kantor desa. Namun pihak desa berharap tidak terjadi longsor susulan. Apalagi kondisi jalan yang sudah terbelah semakin memanjang membuat khawatir warga.
"Kami hanya berharap tidak ada lagi longsor susulan karena warga sudah semakin khawatir akan terisolasi. Sekarang saja sudah susah melewati jalan karena sudah terbelah," katanya.
Menurutnya, selain Dusun Mujiah longsor juga dialami Dusun Leuwisisir, ratusan rumah yang berdiri sepanjang sungai Cibeet terancam ambruk jika longsor terjadi lagi.
Saat ini, 2 rumah warga sudah tergerus longsor dan mengancam ratusan rumah lainnya yang ada disepanjang sungai.
"Sudah 2 rumah terdampak dimana bagian belakang rumah sudah terkena longsor. Sedangkan ratusan rumah lainnya sedang waspada dan memindahkan barang berharga ketempat aman," katanya.
Pemerintahan desa bersama warga setempat diakuinya melakukan sejumlah upaya penanganan darurat seperti melakukan perbaikan wilayah yang terkena longsor. Namun untuk perbaikan permanen tidak bisa dilakukan desa karena pertimbangan anggaran.
"Apa yang bisa kami perbaiki kami lakukan. Namun kalau dilakukan permanen tidak ada anggaran," katanya.
Yusuf mengatakan penanganan dan perbaikan tanah longsor perlu dilakukan agar longsor tidak meluas dan mengancam keselamatan warga sekitar. Pihak desa dan warga sekitar saat ini terus bekerja memperbaiki dampak longsor.
Editor : Doni Ramdhani

