'Mabal' di Warnet, Pelajar Garut Diamankan Satpol PP

Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Garut menciduk dua pelajar SMK, dan satu pelajar SMP yang kedapatan sedang bermain game online di sebuah warnet di kawasan Tarogong Kidul,

'Mabal' di Warnet, Pelajar Garut Diamankan Satpol PP
Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Garut menciduk pelajar di warnet
INILAH, Garut- Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Garut menciduk dua pelajar SMK, dan satu pelajar SMP yang kedapatan sedang bermain game online di sebuah warnet di kawasan Tarogong Kidul, Senin (25/2).
 
Sejumlah anak jalanan yang dinilai mengganggu ketertiban di tempat umum juga turut diamankan.
 
Setelah didata, ketiga pelajar terjaring razia tersebut kemudian diserahkan  petugas Satpol PP kepada masing-masing orang tuanya dengan diantarkan  langsung ke rumahnya.
 
Komandan Regu Satpol PP Garut Apip Sugiwa mengatakan, razia tersebut  merupakan kegiatan rutin cipta kondisi dilakukan Satpol PP. Tujuannya, mengawasi para pelajar yang berkeluyuran di luar pada saat jam belajar mengajar berlangsung. 
 
Sejumlah lokasi menyediakan game online pun  disasar. "Kami berkeliling mendatangi beberapa tempat game online. Tapi hasilnya  nihil. Namun di tempat ini, kami menemukan satu siswa SMP, dan dua siswa  SMK sedang bermain game online memakai seragam," kata Apip didampingi  anggota Satpol lainnya di Komplek Fave Hotel Jalan Cimanuk Tarogong Kidul. 
 
Apip menyebutkan, selain ketiga pelajar SMP, dan SMK tersebut, pada hari itu, pihaknya juga turut mengamankan, dan memulangkan dua anak jalanan asal  Sumedang.
 
Menurut Apip, jika terdapat pelajar beberapa kali terjaring razia yang sama maka pihaknya akan melaporkannya ke sekolah pelajar bersangkutan, selain kepada orang tuanya.
 
Dia berharap razia pelajar tersebut dapat membuat para pelajar tidak lagi nekat membolos berkeluyuran di luar pada jam belajar mengajar berlangsung.
 
Salah seorang pengelola warnet game online Endang, mengatakan dirinya sering menolak pelajar yang hendak bermain di warnet-nya pada saat jam pelajaran berlangsung. Apalagi jika mereka masih mengenakan seragam sekolah. Namun dirinya tak bisa berbuat apa-apa atas sikap pelajar bersangkutan tetap memaksa bermain game online di warnetnya.
 
"Bahkan kami juga sudah memasang pengumuman larangan atau himbauan di kaca, "yang pakai seragam di jam sekolah dilarang masuk". Tapi mereka malah memaksakan diri masuk. Ya, kami juga enggak bisa berbuat apa-apa," ujarnya. 


Editor : inilahkoran