Macet Mengular Jalan Diperlebar
PEMKAB Bogor menyiapkan pelebaran Jalan Laladon pada 2027.Proyek senilai Rp5 miliar itu ditargetkan mengurai kemacetan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh : Rizki Mauludi
Kepadatan kendaraan di Jalan Laladon, Kabupaten Bogor, kerap menjadi pemandangan yang sulit dihindari, terutama pada pagi dan sore hari. Aktivitas masyarakat yang berangkat bekerja, anak-anak menuju sekolah, hingga lalu lintas angkutan umum membuat kawasan Bogor Barat tersebut semakin padat.
Kondisi itu mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyiapkan langkah pembenahan.
Salah satunya melalui rencana pelebaran Jalan Laladon hingga tiga meter pada 2027 mendatang.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, pelebaran jalan akan dilakukan sepanjang kurang lebih satu kilometer, dimulai dari kawasan Terminal Laladon.
Pemerintah daerah menyiapkan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk merealisasikan proyek tersebut.
"Total anggarannya kurang lebih sekitar Rp5 miliar karena tidak ada pembebasan lahan. Kita melebarkan maksimal sekitar tiga meter," kata Rudy saat meninjau Unit Pelaksana Teknis (UPT) IV Dinas Perikanan dan Peternakan di Laladon, seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (4/11).
Saat ini, lebar Jalan Laladon sekitar 5,8 meter. Dengan tambahan lebar hingga tiga meter, kapasitas jalan diharapkan meningkat sehingga kendaraan dapat melintas lebih leluasa.
Rudy menjelaskan, salah satu kendala dalam penanganan kemacetan di kawasan tersebut adalah keterbatasan ruang jalan. Namun, setelah dilakukan peninjauan, Pemkab Bogor menemukan sejumlah bidang tanah yang dapat dimanfaatkan tanpa harus melalui proses pembebasan lahan.
Beberapa di antaranya merupakan aset pemerintah daerah yang berada di sekitar Terminal Laladon hingga instalasi karantina ikan dan UPT IV Dinas Perikanan dan Peternakan.
"Setelah kita pastikan, ternyata ada beberapa lahan yang tidak perlu dibebaskan karena merupakan lahan milik Pemerintah Kabupaten Bogor," ujarnya.
Meski begitu, masih ada kebutuhan lahan di sekitar Pondok Pesantren Ibnu Aqil. Pemkab Bogor berencana berkomunikasi dengan pengelola pesantren untuk membahas kemungkinan pemanfaatan lahan tersebut.
Pembenahan kawasan Laladon juga tidak berhenti pada pelebaran jalan. Pemkab Bogor ingin mengintegrasikan proyek tersebut dengan penataan Terminal Laladon dan Pasar Laladon agar penanganan kemacetan bisa dilakukan secara menyeluruh.
Untuk mewujudkannya, pemerintah daerah telah melibatkan Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Perumda Pasar Tohaga.
Menurut Rudy, pelebaran jalan saja tidak cukup untuk mengatasi kepadatan kendaraan. Pengaturan angkutan umum dan aktivitas kendaraan di sekitar terminal juga perlu dibenahi agar tidak kembali menjadi sumber kemacetan. (gin)
Editor : Inilahkoran

