Persib Lolos ke Babak 16 Besar ACL Two 2026/2027: Remontada Paling Gila!

PERSIB sudah terbiasa melakukan comeback dramatis. Namun, remontada di markas Melbourne Victory menjadi yang paling gila dan berharga.

Persib Lolos ke Babak 16 Besar ACL Two 2026/2027: Remontada Paling Gila!
GOL: Luka Menalo dipeluk kapten Marc Klok usai mencetak gol penyama kedudukan bagi Persib Bandung ke gawang Melbourne Victory di ajang AFC Champions League (ACL) Two, Rabu (4/11) sore WIB.(ISTIMEWA)

Oleh: Muhammad Ginanjar 


Kekalahan seolah sudah berada di depan mata para penggawa besutan Igor Tolic. Bermain di kandang Melbourne Victory FC, AAMI Park, Melbourne, Australia, Rabu (4/11), mereka menghadapi situasi sulit setelah tertinggal akibat gol bunuh diri Julio Cesar pada menit ke-71.

Namun, Persib bukan tim yang mudah menyerah. Di tengah tekanan suporter tuan rumah dan waktu pertandingan yang semakin menipis, para pemain Maung Bandung justru menunjukkan sesuatu yang selama ini menjadi bagian dari karakter mereka: keberanian untuk bangkit.

Delapan menit sebelum waktu normal berakhir, harapan Persib kembali menyala. Luka Menalo berhasil mencetak gol pada menit ke-85 sekaligus mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Belum cukup sampai di situ, Persib kembali memberikan kejutan. Pada menit ke-90, Balsa Sekulic sukses menyarangkan bola ke gawang Melbourne Victory. Gol tersebut memastikan kemenangan dramatis Persib dengan skor 2-1.

Dari posisi tertinggal, Persib pulang dengan kemenangan. Sebuah hasil yang bukan hanya menghadirkan tiga poin, tetapi juga memperlihatkan betapa kuatnya mentalitas tim kebanggaan Bobotoh tersebut.

Kemenangan ini juga begitu berharga lantaran membuat Persib lolos ke fase knockout AFC Champions League (ACL) Two 2026/2027.

Persib kokoh di puncak klasemen Grup E dengan koleksi 12 laga dari empat pertandingan. Mereka unggul enam poin dari FC Seoul di posisi kedua. Sementara Melbourne Victory berada di peringkat ketiga dengan empat poin.

Pelatih Persib, Igor Tolic, mengakui kemenangan itu tidak diraih dengan mudah. Melbourne Victory memberikan perlawanan sengit dengan intensitas permainan tinggi dan tekanan yang terus-menerus.

"Saya menyukai cara Melbourne bermain. Mereka selalu bermain dengan sangat intens, melakukan pressing yang tinggi, dan merupakan tim yang sangat-sangat sulit untuk dilawan," ujar Igor Tolic seusai pertandingan.

Pelatih asal Kroasia itu melihat pertandingan berlangsung seimbang. Kedua tim sama-sama berusaha memanfaatkan peluang, meskipun Persib sempat kesulitan keluar dari tekanan tuan rumah.

Menurut Igor, anak asuhnya memang sempat kehilangan ketenangan dalam beberapa fase pertandingan. Namun, mereka juga mampu menunjukkan kemampuan mengendalikan permainan pada momen-momen tertentu.

"Di kedua sisi, saya pikir semua tim telah berusaha sebaik mungkin dengan mempertimbangkan jadwal yang ada. Kami sempat mengontrol beberapa bagian dari permainan, namun di beberapa bagian lain kami sempat panik," katanya.

Situasi berubah setelah Persib tertinggal. Igor tidak ingin timnya larut dalam kekecewaan. Ia segera melakukan penyesuaian strategi dengan mengubah struktur permainan dan memasukkan sejumlah pemain yang memiliki tenaga lebih segar.

Keputusan itu menjadi titik balik. Persib menemukan ruang di lini pertahanan Melbourne Victory dan memanfaatkannya untuk melancarkan serangan yang berujung pada dua gol penentu kemenangan.

"Setelah itu, kami harus segera bereaksi. Kami mengubah struktur tim, memasukkan pemain-pemain yang masih segar, lini belakang mereka menjadi terekspos, dan kami memanfaatkan hal itu untuk menyerang serta mencetak gol-gol yang menurut saya sangat indah," jelasnya.

Bagi Igor, keberhasilan membalikkan keadaan bukan semata-mata persoalan strategi atau keberuntungan. Ia melihat ada kekuatan lain yang membuat Persib mampu terus berjuang, bahkan ketika situasi pertandingan tidak berpihak kepada mereka.

Kekuatan itu, menurutnya, sudah tumbuh di dalam skuad Persib. Setiap pemain memiliki kesiapan untuk mengambil peran, baik mereka yang tampil sejak menit pertama maupun pemain yang memulai pertandingan dari bangku cadangan.

"Saya pikir kekuatannya selalu ada di dalam tim. Saya rasa saya memiliki 11 pemain yang siap di lapangan, serta skuad yang luar biasa di bangku cadangan, sehingga kami bisa melakukan rotasi," ungkap Igor.

Pelatih berusia 49 tahun tersebut juga menegaskan bahwa tugas seorang pelatih bukan sekadar menentukan siapa yang bermain. Lebih dari itu, pelatih harus mampu menempatkan pemain dalam situasi yang memungkinkan mereka mengeluarkan kemampuan terbaik.

"Para pemain tidak mengubah perilakunya; Anda hanya perlu menempatkan mereka dalam konteks yang tepat. Jika Anda memiliki ruang terbuka di belakang, Anda menempatkan pemain yang tepat pada konteks yang tepat dan mereka melakukan tugasnya. Kita sebagai pelatih hanya perlu membantu mereka," tuturnya.

Menariknya, kemenangan dramatis atas Melbourne Victory bukan kali pertama Persib memperlihatkan kemampuan bangkit dari situasi tertinggal.

Igor bahkan menyebut kebiasaan tersebut sudah menjadi bagian dari perjalanan Persib dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, ia tidak lagi melihat keberhasilan membalikkan keadaan sebagai sebuah kebetulan.

"Ini bukan sekadar remontada, tapi ini sudah terlalu sering terjadi hingga bukan lagi sebuah kebetulan. Ini sudah terjadi selama, entahlah, tiga tahun belakangan ini," tegasnya.

Ada sesuatu yang membuat Igor bangga terhadap anak asuhnya. Bukan hanya kemampuan mencetak gol atau memenangkan pertandingan, melainkan sikap mereka ketika menghadapi keadaan sulit.

Para pemain Persib, menurutnya, memiliki keinginan kuat untuk menang. Mereka tidak mudah menerima kekalahan dan selalu berusaha memberikan respons ketika tim berada dalam situasi negatif.

"Para pemain bereaksi, mereka tidak suka kalah, mereka tidak suka berada dalam kondisi negatif. Jadi mereka bereaksi, mereka masuk dan mencoba mencetak gol serta mencoba menang, dan menang adalah sesuatu yang sering kami lakukan. Jadi ini bagus, saya pikir ini bagus," pungkasnya. (bsf)


Editor : Inilahkoran