Maksimal Agustus 2025, Pemprov Jabar Mulai Cicil Bangun Rutilahu
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Provinsi Jawa Barat Indra Maha menuturkan, paling telat Agustus 2025 ini, program revitalisasi rumah tidak layak huni (Rutilahu) mulai berjalan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Provinsi Jawa Barat Indra Maha menuturkan, paling telat Agustus 2025 ini, program revitalisasi rumah tidak layak huni (rutilahu) mulai berjalan.
Total, ada 1.720 rumah yang disasar kata Indra Maha, dalam program rutilahu dari pemprov jabar pada 2025 ini.
"Kita direncanakan 1.720 di 2025. Mungkin kita akan mulai kira-kira di akhir Juli atau awal Agustus," ujarnya saat ditemui di DPRD jabar, Kota Bandung, Kamis 12 Juni 2025.
Saat ini, berkas yang masuk terkait sasaran rutilahu dari kabupaten/kota, tengah dalam proses verifikasi faktual (Verfal) sebelum ditindaklanjuti ke tahapan pembangunan.
"Kira-kira satu bulan ini kita Verfal terhadap usulan rutilahu di masing-masing kabupaten/kota, yang sudah mengusulkan kepada kita," ucapnya.
Dia menambahkan, pada tahun ini hanya ada sekitar 16 kabupaten/kota yang mengusulkan kepada pemprov jabar, dalam program rutilahu.
"Enggak seluruhnya mengajukan, sekitar 16 kabupaten/kota," ucapnya.
Dimana anggaran yang dialokasikan masing-masing rumah, sebesar Rp20 juta atau total keseluruhan untuk program rutilahu di 2025 ini sebesar sekitar Rp34,4 miliar.
"Anggaran per unit Rp20 juta. Rp17,5 juta untuk material. Rp2 juta untuk upah, Rp500 ribu untuk administrasi," kata Indra.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) per 2024 lalu, jumlah rumah tidak layak huni di jabar di angka 56,25 persen, dari total keseluruhan rumah tangga yang ada.
Tertinggi di Kabupaten Indramayu, dengan 85,78 persen. Disusul Kota Banjar 83,51 persen Subang 83,27 persen.
Editor : JakaPermana

