Mal di Jepang Runtuh Usai Diguncang Gempa Magnitudo 7,1 dan Lebih dari 50 Luka-Luka

Gempa M 7,1 guncang Pulau Kyushu, Jepang. Lebih dari 50 orang luka-luka, kebakaran terjadi, mal Aeon rusak parah

Mal di Jepang Runtuh Usai Diguncang Gempa Magnitudo 7,1 dan Lebih dari 50 Luka-Luka
Mal di Jepang Runtuh Usai Diguncang Gempa Magnitudo 7,1 hingga Lebih dari 50 Luka-Luka

INILAHKORAN.ID - Bencana gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,1 mengguncang wilayah Pulau Kyushu, Jepang. Guncangan kuat ini mengakibatkan puluhan orang terluka, memicu kebakaran di sejumlah titik, serta merusak infrastruktur umum dan situs bersejarah secara signifikan.

​Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, melaporkan bahwa getaran hebat gempa memicu serangkaian kebakaran, kerusakan parah pada jalan raya dan jembatan, hingga runtuhnya pemukiman dan gedung-gedung di area terdampak.

​Ledakan di mal Aeon Kashima

​Menurut laporan stasiun televisi nasional Jepang, NHK, dugaan ledakan sempat terjadi di sebuah mal besar Aeon yang terletak di Kota Kashima, Pulau Kyushu.

​Rekaman udara dari helikopter penyiaran memperlihatkan gedung pusat perbelanjaan tersebut mengalami kerusakan struktur yang sangat serius:

​Sebagian dinding luar bangunan runtuh hingga memperlihatkan kerangka besi (metal frame).

​Atap bangunan tampak mengalami kerusakan berat.

​Hingga saat ini, pihak berwenang masih menyelidiki apakah ledakan tersebut dipicu langsung oleh guncangan gempa atau dampak sekunder lainnya.

​Dampak Korban dan Kerusakan Situs Bersejarah

​Selain merusak fasilitas modern, guncangan gempa juga berdampak pada cagar budaya dan keselamatan warga setempat:

​Korban Luka-luka: Lebih dari 50 orang dilaporkan mengalami luka-luka di salah satu prefektur terdampak di Pulau Kyushu dan telah mendapatkan penanganan medis.

​Kastil Bersejarah Rusak: Kastil Kumamoto yang dibangun pada abad ke-17 turut mengalami kerusakan. Sebagian tembok batunya (stone walls) dilaporkan runtuh akibat tak kuat menahan getaran hebat.

​Infrastruktur Lumpuh: Akses jalan darat dan jembatan di beberapa lokasi terputus akibat retakan dan bongkahan material bangunan yang roboh.

​Pemerintah Jepang bersama tim penanggulangan bencana terus mengerahkan personel darurat untuk melakukan operasi penyelamatan, memadamkan titik api, serta mengantisipasi potensi gempa susulan.


Editor : Firda Rachmawati