Mangrove Tumbuhkan Asa Wisata

Hamparan mangrove di pesisir Lombok Barat,bukan hanya menjadi benteng alami ancaman abrasi.

Mangrove Tumbuhkan Asa Wisata
DIALOG WARGA: Tim Pengabdian Profesor Berdampak Universitas Mataram berdialog dengan warga.

INILAH, Lombok Barat - Hamparan mangrove di pesisir Lombok Barat,bukan hanya menjadi benteng alami ancaman abrasi. Di balik rimbunnya tanaman pesisir itu, tersimpan peluang ekonomi yang dapat mengubah kehidupan masyarakat sekitar.

Melalui sentuhan ilmu pengetahuan dan pendampingan, Universitas Mataram (Unram) berupaya mendorong masyarakat pesisir agar mampu mengelola potensi ekowisata secara profesional tanpa mengorbankan kelestarian alam.

Program tersebut dijalankan melalui kegiatan pengabdian masyarakat Program Profesor Berdampak di kawasan Ekowisata Bagek Kembar, Desa Cendi Manik, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua Tim Pengabdian Profesor Berdampak Universitas Mataram, Gito Hadiprayitno, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah wisatawan, tetapi juga memperkuat peran masyarakat sebagai pengelola utama kawasan wisata.

“Kami harap kegiatan itu mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi ekowisata secara profesional, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan tanpa mengabaikan aspek konservasi lingkungan,” ujar Gito, seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (22/7).

Dalam pengembangan Ekowisata Bagek Kembar, masyarakat lokal ditempatkan sebagai aktor utama. Mereka tidak hanya menjadi penonton dalam geliat pariwisata, tetapi ikut menentukan arah pengelolaan kawasan.

Salah satu fokus kegiatan adalah pembibitan mangrove. Tanaman pesisir tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mulai dari melindungi pantai dari abrasi, menjadi habitat berbagai biota laut, hingga menyerap karbon biru yang membantu mengurangi dampak perubahan iklim.

Namun, keberhasilan ekowisata tidak cukup hanya dengan menjaga alam. Masyarakat juga perlu memiliki kemampuan mengelola kelembagaan, mengembangkan keterampilan teknis, serta menciptakan usaha berbasis potensi lokal. (gin)


Editor : Inilahkoran