Mensos Dorong Tata Kelola Aset Pendidikan
Ada jejak panjang fasilitas yang menopang perjalanan para siswa Sekolah Rakyat di balik ruang kelas yang mulai dipenuhi aktivitas belajar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta - Ada jejak panjang fasilitas yang menopang perjalanan para siswa Sekolah Rakyat di balik ruang kelas yang mulai dipenuhi aktivitas belajar.
Dari meja belajar, komputer, tempat tidur, hingga perlengkapan dapur, setiap barang bukan sekadar benda, melainkan bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang layak.
Karena itu, pengelolaan sarana dan prasarana menjadi salah satu kunci keberhasilan program Sekolah Rakyat. Pemerintah menilai kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada guru dan proses pembelajaran, tetapi juga pada kesiapan fasilitas yang menunjang kehidupan peserta didik sehari-hari.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan, keberhasilan Sekolah Rakyat sangat ditentukan oleh kemampuan negara menyediakan dan mengelola berbagai kebutuhan pendukung pendidikan.
“Keberhasilan program Sekolah Rakyat tidak hanya ditentukan oleh kualitas proses pembelajaran ataupun kompetensi tenaga pendidik, tetapi juga sangat ditentukan oleh sejauh mana negara mampu menyediakan sarana prasarana,” ujar Agus, seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (22/7).
Menurut Agus, berbagai fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat merupakan bagian penting dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Dukungan tersebut tidak hanya berupa gagasan, tetapi juga diwujudkan melalui penganggaran, sistem, hingga pengadaan barang dan jasa.
Mulai dari tempat tidur, meja belajar, komputer, laptop, peralatan laboratorium, perlengkapan dapur, kendaraan operasional, hingga fasilitas pendukung lainnya disiapkan untuk memastikan proses pendidikan berjalan optimal.
Namun, seluruh fasilitas tersebut memiliki tanggung jawab besar untuk dijaga. Sebab, barang-barang itu merupakan barang milik negara (BMN) yang berasal dari anggaran rakyat melalui APBN.
Agus menilai pengelolaan BMN tidak boleh dipandang sebagai urusan administrasi semata. Lebih dari itu, tata kelola aset menjadi bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat. “Barang milik negara artinya barang milik rakyat yang diperoleh melalui APBN,” katanya.
Menurut dia, pengelolaan aset yang tertib akan berpengaruh langsung terhadap kualitas layanan pendidikan. Sebaliknya, jika fasilitas tidak dikelola dengan baik, proses pelayanan kepada peserta didik juga dapat terganggu. (gin)
Editor : Inilahkoran

