Mantan Ketua KPID Jabar Imbau Media Bijak Siarkan Wabah Corona
Maraknya pemberitaan terkait wabah virus corona menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Mantan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat periode 2012-2015 Neneng Athiatul Faiziyyah mengimbau agar media massa khususnya media mainstream untuk meredam informasi yang cenderung menjadi teror ketimbang informasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung – Maraknya pemberitaan terkait wabah virus corona menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Mantan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat periode 2012-2015 Neneng Athiatul Faiziyyah mengimbau agar media massa khususnya media mainstream untuk meredam informasi yang cenderung menjadi teror ketimbang informasi.
Apalagi, KPI Pusat telah mengeluarkan surat edaran dengan Nomor 123/K/KPI/31.2/03/2020 tentang Penyiaran Wabah Corona. Isinya, agar lembaga penyiaran tidak memberitakan yang dapat menyebabkan kepanikan di tengah masyarakat.
Dia meminta, media massa dapat lebih fokus menyiarkan informasi yang dibutuhkan masyarakat, salah satunya seperti bagaimana mencegah persebaran virus corona, serta penanggulangannya. Sehingga tidak menimbulkan kepanikan, di tengah masyarakat khususnya Jawa Barat.
“Sebenarnya mengenai virus corona ini, KPI Pusat juga sudah mengeluarkan surat edaran. Dimana pada intinya kepada seluruh lembaga penyiaran, agar lebih bijak dalam pemberitaan terkait corona. Jangan sampai meresahkan masyarakat. Apalagi sampai ikut mempublikasikan identitas korban. Itu sama saja menambah penderitaannya. Harusnya media massa khususnya media mainstream, lebih sering menyiarkan hal yang positif. Seperti bagaimana pencegahannya. Informasi seperti itu lebih dibutuhkan masyarakat, daripada memberitakan yang justru membuat masyarakat panik,” ujar Neneng, Kamis (12/3/2020).
Selain itu, Neneng juga berharap masyarakat dapat lebih berhati-hati dalam menyerap informasi dari media massa. Khususnya informasi dari media yang tidak terverifikasi, sebab hal itu menurutnya justru akan semakin memperkeruh suasana terkait virus corona.
“Saya harap dan saya juga yakin, masyarakat sekarang lebih cerdas dalam mencerna informasi. Meskipun sekarang memang sumber berita bisa darimana saja, karena perkembangan teknologi. Mudah-mudahan masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan informasi dari sumber yang tidak jelas kebenarannya,” harapnya.
Hal senada pernah diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil beberapa waktu lalu. Dia meminta kepada media massa agar dapat membantu pemerintah, terkait pemberitaan mengenai virus corona. Dia juga berharap, agar masyarakat tidak panik dalam menghadapi situasi saat ini.
“Kami selaku pemerintah, meminta kepada teman-teman media dapat membantu kami. Kami menghimbau masyarakat untuk tidak panik. Masyarakat jangan langsung percaya dengan isu yang beredar,” terangnya. (Yuliantono)
Editor : Doni Ramdhani


