Mantan KSAD Dudung Serukan Dukungan Ke Prabowo Gibran Dihadapan Ribuan Purnawirawan TNI Polri

Sejumlah purnawirawan TNI Polri, berkumpul di Jabar, untuk mendeklarasikan mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo-Gibran. Deklarasi ini dilakukan di Hotel Horison, Kota Bandung, Rabu 7 Februari 2024.

Mantan KSAD Dudung Serukan Dukungan Ke Prabowo Gibran Dihadapan Ribuan Purnawirawan TNI Polri

INILAHKORAN, Bandung - Sejumlah purnawirawan TNI Polri, berkumpul di Jabar, untuk mendeklarasikan mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo-Gibran. Deklarasi ini dilakukan di Hotel Horison, Kota Bandung, Rabu 7 Februari 2024.

Hadir dalam deklarasi tersebut, Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Dudung Abdurachman. Jenderal bintang empat itu mengatakan, Prabowo dianggap mirip dengan Presiden Jokowi yang tidak ingin memikirkan keburukan orang, melainkan fokus pada apa yang harus dikerjakan untuk kebaikan bersama.

"Sehingga saya punya keyakinan Kalau Pak Prabowo nanti menjadi seorang presiden beliau akan cinta kasih kepada rakyatnya," kata Dudung dalam deklarasi ini.

Dudung menuturkan, calon pemimpin di Indonesia, harus punya rasa optimisme. Jangan sampai pemimpin justru banyak menjelek-jelekan berbagai hal yang sedang atau telah terjadi.

Dengan keberagaman Indonesia, pemimpin negeri ini harus bisa mempersatukan semua sehingga tidak terjadi perpecahan di negara sendiri.

"Dengan berbagai pertimbangan ini saya mengajak seluruh purnawirawan TNI/Polri untuk sepakat mendukung paslon 02, Prabowo-Gibran," kata Dudung.

Dudung pun menyinggung sosok Gibran yang selalu dianggap anak kecil ingusan yang tidak bisa bekerja, Dudung menjelaskan bahwa Gibran bukanlah anak kecil lagi. Dengan umur 36 tahun dan sudah menjabat sebagai Wali Kota Solo selama dua tahun, dia mempunyai pemikiran bagus untuk menjadi pemimpin di Indonesia sebagai wakil Prabowo saat ini.

Dudung pun mencotohkan para pahlawan nasional seperti Sudirman, Bung Tomo, hingga Muhammad Toha yang berperang ketika usia mereka belum seuumur Gibran. Artinya, dengan umur ini Gibran bukan lagi anak muda yang bisa diremehkan.

"Pasangan ini jadi tua muda bentuk keseimbangan. Dengan bonus demograsi pada 2045 maka sudah selayaknya anak muda sekarang bisa memimpin karena merekalah yang akan mengambil alih," kata dia.  (Cesar Yudistira)


Editor : Ahmad Sayuti