BPBD Siagakan 12 Personil Perkecamatan, Antisipasi Bencana Saat Hari Pemungutan Suara
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor akan menempatkan 12 personil perkecamatan untuk siaga melakukan evakuasi pada 451 Tempat Pemungutan Suara (TPS) rawan bencana.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor akan menempatkan 12 personil perkecamatan untuk siaga melakukan evakuasi pada 451 Tempat Pemungutan Suara (TPS) rawan bencana.
Setiap personel BPBD yang ditempatkan akan dilengkapi dengan peralatan tanggap darurat sehingga apabila terjadi bencana bisa segera melakukan assessment.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Hidayatulloh mengatakan, langkah antisipatisi 451 titik lokasi TPS yang masuk dalam lokasi rawan bencana, dengan menempatkan sejumlah personel untuk siap siaga jika terjadi bencana.
"Kami upayakan mitigasi bencana. Kami akan memberikan surat tugas, petugas-petugas kami ditempatkan di kecamatan yang nantinya akan berkoordinasi dengan petugas KPPS di wilayah," ungkap Hidayatulloh pada Rabu 7 Februari 2024.
Hidayatulloh melanjutkan, bahwa setiap personel yang ditempatkan akan dilengkapi dengan peralatan tanggap darurat sehingga apabila terjadi bencana bisa segera melakukan assessment.
"Adapun tanggap darurat yang akan dilakukan, bahwa assessment dilaksanakan sesuai kejadian yang terjadi. Misal, jika terjadi banjir maka akan dilakukan evakuasi banjir dengan menyiapkan water rescue penyelamatan kotak suara di medan air," tutur Hidayatulloh.
Ia menjelaskan, bahwa semua informasi terkait mitigasi bencana sudah disampaikan kepada semua pihak yang terlibat. Jadi semua informasi sudah disampaikan jauh-jauh hari, ini agar menjadi suatu bahan bagi mereka KPPS waspada mana saja tempat yang dijadikan lokasi TPS itu yang rawan bencana.
"Jadi berdasarkan pementaan kami, tentu dasarnya adalah lokasi-lokasi yang pernah terjadi bencana alam dari total 2.193 TPS ya. Kami melakukan upaya pemetaan. Mengacu kepada 3 tahun kejadian bencana yaitu tahun 2021, 2022 dan 2023 dimana di lokasi tersebut pernah terjadi bencana. Terdapat 451 titik yang berpotensi bencana puting beliung, banjir lintasan, longsor dan sebagainya di RW sekitaran TPS tersebut," jelasnya.
Hidayatulloh menegaskan, data yang digulirkan pihaknya, agar menjadi dasar mitigasi ketua KPPS, camat, lurah, maupun PPK dan PPS. Tentunya untuk memastikan jangan meletakan TPS nya di lokasi tersebut, digeser kepada lokasi yang lebih aman.
"Terlebih dikhawatirkan itu puting beliung. Jadi pastikan, jika rawan puting beliung jangan dipaksakan atau dipindahkan ke gedung-gedung," pungkasnya. (Rizki Mauludi)
Editor : Ahmad Sayuti


