Masa Liburan Kawasan Puncak Padat, Polisi Terapkan Gage dan One Way

Gage dan One Way salah satu alternatif rekayasa arus lalu lintas saat libur sekolah di kawasan Puncak Bogor lantaran padatnya wisatawan

Masa Liburan Kawasan Puncak Padat, Polisi Terapkan Gage dan One Way
Wadirkantas Polda Jawa Barat AKBP Edwin Affandi. By reza Zurifwan/Inilahkoran

INILAHKORAN, Bogor - Kawasan Puncak menjadi wilayah konsentrasi diantisipasi oleh Dirlantas Polda  Jawa Barat, hal ini karena saat ini merupakan masa liburan anak sekolah.

Wadirkantas Polda Jawa Barat AKBP Edwin Affandi usai melakukan peninjauan ke Pos Polisi, Gadog, Megamendung mengatakan bahwa jajarannya dalam hal ini Satlantas Polres Bogor akan mengambil langkah diskresi  berupa menerapkan sistem ganjil genap (Gage) mauun rekayasa arus lalu lintas satu arah (One Way).

Hal itu, karena kapasitas jalan di KawasN Puncak hanya bisa menampung 20 hingga 30 ribu unit kendaraan empat atau lebih, sedangkan minat wisatawan terbilang tinggi di masa liburan tersebut, hingga jumlah kendaraan roda empat setidaknya mencapai 45 ribu unit.

"Di masa liburan, baik weekday maupun weekday kami secara situasional akan mengambil langkah diskresi baik itu Gage maupun One Way di Jalur Puncak. Hal itu dilakukan apabila jumlah kendaraan roda empat atau lebih jumlahnya melebihi dari 30 ribu unit atau ketika terjadi kepadatan lalu lintas," kata AKBP Edwin Affandi kepada wartawan, Rabu, 5 Juli 2023.

AKBP Edwin Affandi menuturkan langkah diskresi pihak kepolisian Polres Bogor maupun Polda Jawa Barat berupa penerapan sistem Gage dan One Way akan berlangsung masa akhir liburan sekolah.

"Di masa liburan  sekolah ini, pengendara roda empat atau lebih bisa mendapatkan informasi penerapan sistem Gage maupun One Way di NTMC maupun media cetak, online maupun elektronik," tuturnya.

Mantan Kasatlantas Polres Bogor ini menjelaskan  bahwa langkah antisipasi meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kawasan Puncak dengan menghimbau agar wisatawan bisa memilih destinasi wisata lain yang ada di Kabupaten Bogor namun tidak berada di Kawasan Puncak.

Ia menambahkan, bahwa jajarannya juga akan mengecek kelayakan kendaraan roda empat atau lebih. Hal itu karena cukup banyak kendaraan tersebut yang mogok lalu membuat dampak negatif berupa kemacetan dan juga kecelakaan lalu lintas.

"Tak hanya mengecek kelayakan kendaraan, kami juga akan menertibkan angkutan kota yang 'ngetem', parkir di badan jalan dan melarang Pedagang Kaki Lima (PKL) berdagang di bahu atau badan jalan. Kami juga menghimbau agar kendaraan yang ingin digunakan wisata ke Kawasan Puncak dalam kondisi layak jalan karena 'medannya' yang berupa perbukitan maupun pegunungan,"  tukasnya. (Reza Zurifwan)


Editor : Ahmad Sayuti