Masih Jauh dari Target, Dinkes Jabar Dorong Masyarakat Segera Manfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat Vini Adiani Dewi mengakui, capaian target keiikutsertaan masyarakat terhadap program cek kesehatan gratis (CKG) masih rendah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat Vini Adiani Dewi mengakui, capaian target keiikutsertaan masyarakat terhadap program cek kesehatan gratis (CKG) masih rendah.
Sejak diluncurkan hingga pertengahan 2025, program CKG baru diikuti 790 ribu masyarakat, dari total target 40 juta jiwa oleh pemerintah pusat di akhir tahun.
Jauh tertinggal kata Vini, dari Jawa Tengah dan Jawa Timur terkait partisipasi masyarakat. Sebab itu, dirinya mendorong supaya masyarakat segera memanfaatkan program CKG tersebut.
"Padahal cek kesehatan gratis ini sebagai upaya untuk promosi dan preventif, mencegah," ujar Vini di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa 3 Juni 2025.
Dia mengakui, pada tahun ini memang masih berupa sosialisasi program CKG. Namun tahun depan, diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, yang mana pemeriksaan CKG dapat dilakukan masyarakat tiap momen ulang tahun.
"Masyarakat banyak yang bilang, ke Puskesmas cuma (periksa) tensi (tekanan darah), periksa lingkar perut, tinggi badan, gula darah, kolesterol. Cuma segitu. Padahal dari pemeriksaan lima macam itu, kita bisa menurunkan angka stroke, serangan jantung, diabetes," ucapnya.
Sisi lain, diakuinya memang untuk peralatan belum lengkap di Puskesmas. Tapi setidaknya, dengan alat yang sementara seadanya, ada data untuk masing-masing masyarakat.
"Syukur-syukur Puskesmasnya sudah lengkap. Diperiksa secara penuh. Jadi kami harapkan, semua lakukan CKG ke Puskesmas," kata dia.
Sehingga diharapkan, penyakit berat dapat dicegah dan tentunya akan berimplikasi dengan berkurangnya beban pemerintah di sektor kesehatan.
"Anggaran terbesar di kesehatan itu, dapat kita arahkan atau ganti ke infrastruktur. Bayangkan, untuk sakit jantung saja kita mengeluarkan dana sampai Rp11 triliun setahun," ujarnya.
Bila angka pengeluaran untuk kesehatan bisa ditekan, setidaknya 50 persen saja kata Vini, maka pembangunan lainnya di Jabar dapat diakselerasi. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti

