Program Cek Kesehatan Gratis 'Tak Laku' di Jabar, Ini Sebabnya...

Ketua Tim Cek Kesehatan Gratis (CKG) Jawa Barat, Anita Nur Fadjar Asri mengungkapkan, berdasarkan data dari Satu Sehat, ada 50.730.313 masyarakat Jabar yang masuk dalam cakupan CKG.

Program Cek Kesehatan Gratis 'Tak Laku' di Jabar, Ini Sebabnya...
istimewa

INILAHKORAN.ID - Ketua Tim cek kesehatan gratis (CKG) Jawa Barat, Anita Nur Fadjar Asri mengungkapkan, berdasarkan data dari Satu Sehat, ada 50.730.313 masyarakat Jabar yang masuk dalam cakupan CKG.

Namun capaiannya hingga 8 Desember 2025 baru di angka 9.095.740 atau 17,93 persen.

Sementara Program CKG ini di Jabar berdasarkan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), pada 2025 ini sebanyak 36 persen. Ini artinya, realisasi Program prioritas pemerintah pusat tersebut baru mampu separuhnya dari target yang diusung.

Capaian CKG di Jabar sebanyak 17,93 persen ini lanjut Anita, bersumber dari Kota Bogor 48,66 persen, Garut 40 persen dan Ciamis 34,73 persen. Terendah Kabupaten Sukabumi 12,27 persen, Kabupaten Bandung Barat 10,75 persen dan Kota Depok 9,14 persen.

Dari hasil monitoring dan evaluasi Dinas Kesehatan Jabar lanjut dia, ada sejumlah kendala yang menghambat proses Program CKG di kabupaten/kota.

"Akses masyarakat ke fasilitas kesehatan sulit, SDM kurang, pengadaan alat kesehatan dari proyek SOPHI prosesnya lama, masih adanya stigma bahwa CKG hanya untuk masyarakat yang berulang tahun serta yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan saja, hingga aplikasi yang kurang mendukung, karena data penduduk yang perlu diperiksa sangat banyak namun server belum mumpuni, sehingga banyak data yang hilang dan terkendala entry data," paparnya.

Menghadapi 2026, pihaknya akan melakukan sejumlah strategi untuk meningkatkan keikutsertaan dalam Program CKG. Antaranya, melakukan koordinasi rutin, baik secara internal maupun dengan kabupaten/kota untuk layanan CKG. 

Meningkatkan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat untuk menyampaikan pentingnya CKG, dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat akan mengupayakan untuk meningkatkan dukungan seperti alat kesehatan, BMHP dan obat-obatan.

"Serta bekerjasama dengan lintas sektor, seperti Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk menyampaikan ke dinas pendidikan kabupaten/kota," ucapnya.

Selain itu, beberapa kegiatan Pemprov Jabar seperti Nganjang ka Warga, car free day juga akan menjadi panggung untuk memassifkan sosialisasi kepada masyarakat akan Program CKG.

"Serta memaksimalkan penggunaan aplikasi ASIK," tuturnya.

Sisi lain, pihaknya juga mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk membantu menyosialisasikan Program CKG, supaya target sasaran di Jabar dapat maksimal.

Selain Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah pusat di bawah komando Presiden Prabowo Subianto juga melahirkan Program crk kesehatan gratis yang dimulai pada 2025 ini.

Dimana Program ini dianggarkan dari APBN 2025, sekitar Rp3,2 triliun. Seperti diketahui, pemeriksaan kesehatan gratis ini dibagi dalam beberapa klasifikasi yakni untuk balita, anak, remaja, dewasa usia 18-39 tahun, dewasa usia 40-59 tahun dan lansia usia 60 tahun ke atas.

Di mana mereka dapat memeriksakan mengenai kondisi kesehatan mereka, di Puskesmas setelah melakukan pendaftaran.***


Editor : JakaPermana