Masyarakat Penutur Bahasa Sunda dan Aliansi Masyarakat Sunda Tuntut Arteria Dahlan Dipecat
Masyarakat Penutur Bahasa Sunda dan Aliansi Masyarakat Sunda melakukan aksi terkait ucapan Arteria Dahlan yang menyinggung identitas diri.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Masyarakat Penutur Bahasa Sunda dan Aliansi Masyarakat Sunda melakukan aksi pengecaman terkait ucapan Arteria Dahlan yang menyinggung identitas diri.
Secara tegas, Masyarakat Penutur Bahasa Sunda dan Aliansi Masyarakat Sunda menuntut Arteria Dahlan untuk segera dipecat dari anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP.
Koordinator Aksi Asep Maung mengatakan, meski Arteria Dahlan sudah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Sunda dengan tulus namun Masyarakat Penutur Bahasa Sunda dan Aliansi Masyarakat Sunda membutuhkan tindakan tegas dari yang berkepentingan. Bahkan, untuk menjaga keutuhan NKRI dan masa depan PDIP, pihaknya tetap pada pendiriannya untuk segera mengganti Arteria Dahlan.
Baca Juga: Polda Jabar Limpahkan Laporan Arteria Dahlan ke Polda Metro Jaya
Selain itu, mempertimbangkan kembali memilih di Pemilu selanjutnya untuk semua utusan anggota DPR perwakilan Jawa Barat. Pasalnya, hanya segelintir saja yang berani bersuara dalam hal menyikapi permasalahan Arteria Dahlan.
"Pada intinya masyarakat Sunda tidak akan berhenti untuk melakukan aksi. Mau sampai kapan pun masyarakat Sunda akan tetap bersama-sama menuntut Arteria Dahlan supaya diberhentikan di DPR dan dipecat juga dari partainya," jelas Asep Maung di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Kamis 3 Februari 2022.
Jika tuntutannya tidak dipenuhi, lanjut dia, maka Masyarakat Penutur Bahasa Sunda dan Aliansi Masyarakat Sunda tidak akan berhenti melakukan perlawanan hukum, sosial, dan politik.
Baca Juga: Butut Kasus Arteria Dahlan, Budayawan: Orang Sunda Jangan Mau Dipolitisasi!
Selain melakukan aksi, mereka juga melaksanakan ruwatan. Yakni, sebuah tradisi upacara adat yang sejak dulu hingga sekarang masih dilestarikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas.
"Ruwatan ini tradisi salah satu bagian dari tradisi kami. Intinya adalah kebudayaan masyarakat Sunda dan itu dikembalikan lagi kepada hajatnya masing-masing, tergantung dari kepercayaan masing-masing. Tidak ada maksud untuk apa-apa dari kami, ini hanya menggambarkan salah satu budaya Sunda yang beranekaragam bahkan beribu-ribu budaya Sunda di Indonesia," paparnya. (Okky Adiana)
Editor : inilahkoran


