Mau Open Endorse, Unggahan Status WA Diduga Juri LCC 4 Pilar Kalbar Viral!

Unggahan Indri Wahyuni viral, ngaku akan buka endorse.

Mau Open Endorse, Unggahan Status WA Diduga Juri LCC 4 Pilar Kalbar Viral!
Mau Open Endorse, Unggahan Status WA Diduga Juri LCC 4 Pilar Kalbar Viral!

INILAHKORAN.ID - Di tengah panasnya polemik penjurian Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, publik kembali dihebohkan dengan beredarnya tangkapan layar unggahan yang diduga milik salah satu dewan juri, Indri Wahyuni

Unggahan tersebut memancing reaksi keras karena nadanya yang dianggap menantang kritik warganet.

​Dalam salah satu unggahan yang beredar luas di media sosial, sosok yang diduga Indri Wahyuni tersebut menyampaikan terima kasih kepada orang-orang terdekatnya yang tetap memberikan dukungan di tengah serangan netizen. 

Dia bahkan menyindir pihak-pihak yang dianggap hanya ingin mencari panggung atau "pansos" atas ketenaran yang ia miliki saat ini. 

Kalimat tersebut seolah menunjukkan sikap acuh terhadap hujatan yang menerpanya pasca insiden penilaian terhadap tim SMAN 1 Pontianak viral.

​Kontroversi semakin memuncak pada unggahan lainnya yang secara mengejutkan menyinggung soal kekayaan dan data LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) miliknya yang sempat dikuliti oleh warganet. 

Ia menuliskan niatnya untuk membuka layanan endorsement agar kekayaannya semakin bertambah dan membuat orang yang melihat datanya semakin terkejut.

"Terakhir, mau open endorse ah. Biar makin kaya. Supaya LHKPN gw yg tersebar makin bikin shock banyak orang," tulis kutipan dalam unggahan tersebut.

​Unggahan ini juga berisi pesan menantang bagi mereka yang merasa iri, dengan menegaskan bahwa ledekan netizen tidak akan membuatnya jatuh. 

Sikap yang ditunjukkan dalam dugaan unggahan media sosial ini dinilai kontras dengan langkah Sekretariat Jenderal MPR RI yang sebelumnya telah menonaktifkan dewan juri dan menyampaikan permohonan maaf secara institusional. 

Hingga kini, beredarnya tangkapan layar tersebut terus menjadi bahan perbincangan hangat dan semakin memperkeruh sentimen negatif publik terhadap profesionalisme penyelenggara ajang tersebut.


Editor : Firda Rachmawati