Gestur Tangan SMAN 1 Sambas Jadi Sorotan Saat Protes SMAN 1 Pontianak di LCC 4 Pilar

Grup B dari SMAN 1 Sambas jadi sorotan karena gestur tangannya ketika siswa SMAN 1 Pontianak protes.

Gestur Tangan SMAN 1 Sambas Jadi Sorotan Saat Protes SMAN 1 Pontianak di LCC 4 Pilar
Gestur Tangan SMAN 1 Sambas Jadi Sorotan Saat Protes SMAN 1 Pontianak di LCC 4 Pilar

INILAHKORAN.ID - Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat kian memanas dengan munculnya cuplikan video baru yang menyoroti perilaku peserta lain di panggung. 

Kali ini, perhatian netizen tertuju pada gestur tangan siswa dan siswi dari Grup B, yakni tim SMAN 1 Sambas, saat momen protes keras sedang dilayangkan oleh tim SMAN 1 Pontianak terkait dianulirnya jawaban benar mereka oleh dewan juri.

​Dalam potongan video yang beredar luas, terlihat gestur tangan peserta dari Grup B yang seolah memberikan isyarat "tidak" atau penolakan saat tim Grup C sedang memperjuangkan hak mereka. 

Sikap ini langsung memicu reaksi negatif dari warganet yang menganggap hal tersebut tidak mencerminkan nilai sportivitas di ajang yang justru bertema pendidikan kebangsaan dan etika bernegara.

​Media sosial kini dipenuhi dengan beragam kritik tajam terhadap gestur tersebut. Salah satu warganet dengan akun @tonisasena menyampaikan rasa kekecewaannya secara terbuka di kolom komentar.

​"Jijik banget sportifitas group B... ngapain lu sok ngasih gestur 'tidak' lambaikan tangan pas group B (A) protes. Lu merasa diri lu juri juga?? Keliatan bangett," tulis akun tersebut dengan nada geram.

​Tidak hanya menyoroti peserta, netizen lain seperti akun @euisyam juga menyesalkan sistem teknis acara yang dianggap lemah. 

Ia berpendapat bahwa seharusnya saat ada keberatan, panitia langsung menayangkan siaran ulang (replay) alih-alih membiarkan situasi menjadi kacau karena sikap juri yang dirasa terlalu meyakini dirinya paling benar.

​Sentimen negatif terhadap dewan juri pun semakin tak terbendung. Akun @langit73658 bahkan menyebut tindakan juri sebagai kesalahan fatal yang terlalu terlihat jelas, sementara akun @rezqiano018 menyindir kemampuan pendengaran juri dengan komentar yang cukup keras sembari menyertakan emoji jempol ke bawah.


Editor : Firda Rachmawati