Akui Salah Ucap, MC LCC 4 Pilar Kalbar Shindy Lutfiana Sampaikan Maaf

MC LCC 4 Pilar Kalbar yang jadi sorotan akhirnya minta maaf usai mengucapkan kalimat 'hanya perasaan adik-adik saja'

Akui Salah Ucap, MC LCC 4 Pilar Kalbar Shindy Lutfiana Sampaikan Maaf
MC LCC 4 pilar menyampaikan permintaan maaf

INILAHKORAN.ID - Shindy Lutfiana, Master of Ceremony (MC) dalam babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik. 

Langkah ini diambil setelah pernyataannya saat memandu acara tersebut viral dan memicu kecaman luas dari warganet karena dianggap tidak empati terhadap peserta.

​Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Shindy mengakui bahwa ucapannya saat pelaksanaan babak final pada 9 Mei 2026 telah melukai perasaan banyak pihak.

Ia secara khusus menyoroti kalimat kontroversial yang ia lontarkan, yakni "mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja," yang ia sampaikan di tengah protes peserta mengenai ketidakkonsistenan penilaian juri. 

Shindy menyadari sepenuhnya bahwa kapasitasnya sebagai MC seharusnya tidak mengeluarkan pernyataan yang memicu kekecewaan tersebut.

​Permohonan maaf ini ditujukan secara tulus kepada para siswa dan guru pendamping dari SMA Negeri 1 Pontianak, serta masyarakat Kalimantan Barat yang merasa tersakiti oleh ucapannya. 

Shindy menyatakan bahwa insiden ini merupakan pembelajaran yang sangat berharga bagi dirinya untuk lebih bijaksana, berhati-hati, dan cermat dalam memilih diksi saat menjalankan tugas di ruang publik.

Dia juga mengaku menerima seluruh kritik dan saran yang masuk dengan lapang dada sebagai bahan evaluasi diri.

​Dengan adanya klarifikasi ini, Shindy berharap permohonan maafnya dapat diterima oleh seluruh pihak yang terdampak. 

Lebih jauh, dia juga berkomitmen untuk menjadikan kejadian ini sebagai momentum untuk bersikap lebih baik dan bijak di masa depan. 

Unggahan permohonan maaf tersebut pun kini tengah menjadi sorotan dan diharapkan dapat meredakan ketegangan yang sempat menyelimuti polemik pelaksanaan LCC 4 Pilar di Kalimantan Barat.


Editor : Firda Rachmawati