BGN Ungkap 7 dari 10 Kasus Keracunan MBG Dipicu Olahan Mi

BGN menyebut SPPG harus memakai profesional untuk mengolah mi

BGN Ungkap 7 dari 10 Kasus Keracunan MBG Dipicu Olahan Mi
BGN Ungkap 7 dari 10 Kasus Keracunan MBG Dipicu Olahan Mi

INILAHKORAN.ID - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, mengungkap fakta mengejutkan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Dari 10 kejadian luar biasa (KLB) gangguan pencernaan yang terjadi selama program berjalan di Jakarta, tujuh kasus disebut berkaitan dengan menu berbahan dasar mi.

Pernyataan itu disampaikan Nanik usai melakukan inspeksi mendadak ke dapur MBG di Jakarta Timur yang diduga menjadi sumber gangguan pencernaan terhadap 147 siswa pada Jumat malam, 8 Mei 2026. 

Berdasarkan jumlah tersebut, 33 anak sempat menjalani perawatan medis sebelum akhirnya diperbolehkan pulang pada Senin, 11 Mei 2026.

Menurut Nanik, pihak Badan Gizi Nasional sebenarnya telah lebih dulu menerbitkan surat edaran kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

Isi edaran tersebut meminta dapur MBG tidak mengolah menu mi apabila belum memiliki juru masak yang benar-benar memahami teknik pengolahan mi basah agar tidak cepat basi dan memicu kontaminasi pangan.

Ia menyebut bahan mi basah, termasuk mi kuning segar, memiliki kadar air tinggi sehingga mudah mengalami penurunan kualitas dan menjadi media ideal pertumbuhan mikroorganisme apabila penanganannya tidak tepat.

Dalam kasus terbaru di Jakarta Timur, para siswa dilaporkan mengalami gangguan pencernaan usai menyantap menu bakmi Djawa lengkap dengan ayam suwir, pangsit tahu kukus, tauge rebus, tomat, timun, jamur krispi, dan semangka.

Nanik mengaku terkejut karena insiden tersebut kembali melibatkan menu mi. Pasalnya, sebulan sebelumnya kasus serupa juga sempat terjadi di wilayah Jakarta Timur ketika menu spaghetti diduga memicu gangguan perut pada sejumlah siswa hingga ada yang harus menjalani perawatan rumah sakit.


Editor : Firda Rachmawati