Melalui Festival, Cara Ambu Anne Memperluas Gaung Buah Manggis
Manggis, atau buah dengan nama latin Garcinia Mangostana, saat ini mulai banyak digandrungi semua orang dari berbagai belahan dunia. Karena, buah berwarna hitam kemerahan ini banyak mengandung manfaat. Terutama bagi kesehatan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Purwakarta – Manggis, atau buah dengan nama latin Garcinia Mangostana, saat ini mulai banyak digandrungi semua orang dari berbagai belahan dunia. Karena, buah berwarna hitam kemerahan ini banyak mengandung manfaat. Terutama bagi kesehatan.
Kabupaten Purwakarta, saat ini merupakan salah satu wilayah penghasil ratu buah tropis. Bahkan, daerah dengan elevasi antara 100 sampai 800 mdpl ini, telah mampu mengeskpor manggis ke mancanegara. Bahkan, kabarnya ekspor si hitam kemerahan dengan perpaduan manis dan asam ini, telah merambah pasar dunia sejak dulu.
Menurut Bupati Anne, Buah Manggis khas Purwakarta saat ini menjadi produk perkebunan rakyat yang sangat menjanjikan dari sisi ekonomi, bahkan memiliki daya saing secara global. Untuk itu, pihaknya akan terus berupaya bagaimana supaya produk perkebunan rakyat di wilayahnya ini bisa lebih dikenal secara luas.
“Salah satu upaya kami untuk memperkenalkan Buah Manggis, yakni melalui event yang dikemas Festival. Festival Manggis seperti ini, sudah menjadi agenda tahunan,” ujar Anne di sela-sela kegiatan Festifal Manggis 2020 di Kawasan Kebon Ambu, Desa Parakan Garokgek, Kecamatam Kiarapedes, Sabtu (14/3/2020).
Menurut Anne, Festival Manggis Purwakarta merupakan salah satu langkah strategis jajarannya untuk mengangkat potensi produk perkebunan khas. Event ini, tak lain juga bagian dari ikhtiarnya untuk mendukung dan memotivasi para petani manggis supaya lebih produktif. Selain itu, outputnya bisa memperluas jaringan pemasarannya buah primadona ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kabupaten Purwakarta, Agus Rachlan Suherlan menambahkan, manggis Purwakarta merupakan varietas Wanayasa yang telah disertifikasi oleh Kementerian Pertanian. Sertifikasi itu, tertuang dalam Kepmentan No 571/Kpts/SR.120/9/2006. Varietas manggis Wanayasa ini, menjadi unggulan di Indonesia.
“Untuk ekspor manggis akan terus ditingkatkan. Mungkin untuk saat ini ada kendala, akibat wabah corona. Di musim panen 2020 ini, ditargetkan ekspornya bisa menembus 3.000 ton,” ujar Agus.
Agus mengakui, dengan dibukanya kran ekspor manggis ini, salah satunya memberi manfaat keuntungan bagi petani. Sebab, permintaan manggis ini unlimited. Dengan begitu, berapapun hasil panen petani, yang sesuai syarat maka bisa diekspor ke pasar dunia. (Asep Mulyana)
Editor : JakaPermana


