Melangkah Mulus ke 16 Besar Wimbledon, Ini Beda Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz

Belum ada yang bisa merebut satu set pun dari Jannik Sinner di Wimbledon 2025. Tidak juga Pedro Martinez.

Melangkah Mulus ke 16 Besar Wimbledon, Ini Beda Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz
Jannik Sinner melaju ke 16 Besar Wimbledon setelah mengalahkan Pedro Martinez, petenis satu negara dengan Carlos Alcaraz. (X @wimbledon)

INILAHKORAN, London  – Belum ada yang bisa merebut satu set pun dari Jannik Sinner di Wimbledon 2025. Tidak juga Pedro Martinez.

Jannik Sinners melaju ke 16 Besar Wimbledon setelah mengalahkan Pedro Martinez 6-1, 6-3, 6-1 di All England Club, London, Sabtu 5 Juli 2025.

Di 16 Besar, Jannik Sinner tinggal menunggu pemenang antara Dimitrov dan Ofner, dua lawan yang di atas kertas juga takkan memberikan perlawanan berat baginya.

Sebelum ini, Jannik Sinner juga melangkah mulus di dua babak sebelumnya. Dia menang tiga set langsung atas Nardi dan Vukic.

Hal ini beda dengan rivalnya, Carlos Alcaraz. Di tiga pertandingan yang sudah dimainkan, Carlos Alcaraz kehilangan tiga set.

Jannik Sinner memang bukan tandingan Pedro Martinez. Di set pertama, dia langsung memimpin 5-0 antara lain dengan dua kali mematahkan servis lawan.

Memberi kesempatan Pedro Martinez mengamankan servisnya di game keenam, Jannik Sinners kemudian menutup set itu dengan 6-1.

Perlawanan baru dihadapi Jannik Sinner memasuki set kedua. Dia bahkan sempat tertinggal 1-2 karena gagal mematahkan servis Pedro Martinez.

Tapi, setelah melakukan hal tersebut di game kelima, dia berbalik unggul 3-2. Sejak itu, petenis Italia itu tak tertahankan lagi meski harus bejuang keras untuk memenangkan empat game berikutnya.

Perjuangan Pedro Martinez kendur lagi memasuki set ketiga. Jannik Sinner betul-betul dominan.

Dia bahkan tak memberi kesempatan Pedro Martinez mengembangkan permainannya dan langsung memimpin 5-0. Dua kali dia mematahkan servis lawannya itu.

Laga yang cukup ketat baru terjadi di game keenam saat Pedro Martinez melakukan servis. Dua kali petenis Spanyol menyelamatkan match point dan kemudian memenangkan game tersebut.

Itulah akhir pejuangan Pedro Martinez. Jannik Sinner tak memberi angin lagi dan menyudahi perlawanannya 6-1.


Editor : Zulfirman