Maju ke Perempat Final Wimbledon, Kenapa Jannik Sinner Merasa Bukan Sebagai Kemenangan?

Jannik Sinner melaju ke perempat final Wimbledon 2025. Tapi, dia mengaku merasakan itu bukan sebagai sebuah kemenangan.

Maju ke Perempat Final Wimbledon, Kenapa Jannik Sinner Merasa Bukan Sebagai Kemenangan?
Jannik Sinner merasakan dia tidak memenangkan pertandingan lawan Grigor Dimitrov untuk maju ke perempat final Wimbledon 2025. (X @wimbledon)

INILAHKORAN, LondonJannik Sinner melaju ke perempat final Wimbledon 2025. Tapi, dia mengaku merasakan itu bukan sebagai sebuah kemenangan.

Jannik Sinner lolos ke perempat final Wimbledon 2025 setelah lawannya, Grigor Dimitrov, mengundurkan diri sambil menangis karena mengalami cedera, Selasa 8 Juli 2025 dinihari WIB.

Grigor Dimitrov mundur sambil memegang dadanya. Padahal, dia saat itu sedang memimpin babak 16 Besar Wimbledon 20225 itu dengan 6-3 7-5 2-2 setelah dua jam bertarung lawan Jannik Sinner.

Jannik Sinner bahkan mulai menatap kemungkinan kekalahan saat tertinggal dua set itu saat Grigor Dimitrov, petenis Bulgaria unggulan ke-19, terjatuh ke lapangan sambil meregang kesakitan.

Jannik Sinner, juara tiga kali grand slam, menjadi orang kesembilan yang mencapai tujuh perempat final grand slam berturut-turut.

Namun, itu bukanlah pencapaian yang ia rasa dapat ia rayakan di Centre Court. Sebaliknya, ia hanya mengkhawatirkan keselamatan temannya setelah akhir yang memilukan.

“Saya tidak menganggap ini sebagai kemenangan sama sekali. Ini hanya momen malang yang harus kita saksikan bersama,” katanya.

Dia menilai Grigor Dimitrov sudah berjuang keras di berbagai turnamen grand slam akhir-akhir ini dengan mengalami banyak cedera. “Jadi, melihatnya lagi dengan cedera, ini sangat sulit,” tambah Sinner.

“Kita semua melihat dari reaksinya, betapa ia peduli dengan olahraga ini. Ia adalah salah satu pemain pekerja keras dalam tur dan itu sangat disayangkan,” katanya lagi.

Jannik Sinner menambahkan dirinya meminta penonton untuk bergabung dengannya dalam bertepuk tangan untuk Dimitrov dan timnya.

“Ini bukan akhir yang ingin kami lihat dan ini sangat menyedihkan. Kami semua hanya mendoakan yang terbaik untuknya,” ujarnya.

Sinner, yang juga sempat mengalami masalah siku setelah terjatuh di awal pertandingan, tampak akan menjadi pihak yang menerima kekalahan telak saat ia tertinggal 6-3 7-5 2-2 setelah dua jam.

“Saya tidak tahu harus berkata apa. Ia adalah pemain yang luar biasa dan kita semua melihatnya hari ini,” kata Sinner, yang selanjutnya akan melawan unggulan ke-10 asal Amerika Ben Shelton.

“Dia sangat tidak beruntung dalam beberapa tahun terakhir. Dia adalah teman baik saya dan kami saling memahami dengan sangat baik di luar lapangan,” tegasnya.

Dia memperhitungkan, dalam posisi seperti itu, Grigor Dimitrov pantas melaju lebih jauh.

“Yang terpenting, saya berharap dia cepat pulih,” katanya pula. (*)


Editor : Zulfirman