Mencari Bibit Unggul untuk Sekolah Nasional Terintegrasi

SEKOLAH Nasional Terintegrasi segera membuka penerimaan siswa baru. Hanya peserta didik berprestasi yang akan bersaing memperebutkan 80 kursi.

Mencari Bibit Unggul untuk Sekolah Nasional Terintegrasi
DUA SKEMA: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti telah menyiapkan dua skema SPMB guna menjaring 80 calon murid baru berprestasi jenjang SMP dan SMA untuk SNT.

Kesempatan itu hanya terbuka bagi sedikit siswa. Dari ribuan lulusan yang tersebar di berbagai daerah, hanya 80 calon murid yang akan mengisi angkatan pertama Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).

Untuk menjaring mereka, pemerintah menyiapkan dua jalur seleksi. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, calon murid SNT merupakan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata dari berbagai kecamatan di kabupaten atau kota penyelenggara. Karena itu, proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ditangani langsung oleh tim nasional.

“Calon murid baru SNT adalah mereka yang memiliki kemampuan di atas rata-rata dari berbagai kecamatan yang masuk dalam kabupaten/kota penyelenggara SNT, sehingga tahapan SPMB dibuat oleh tim khusus di tingkat nasional dan bukan pemerintah daerah,” katanya, seperti dikutip dari ANTARA, Senin (20/7).

Pada tahun pertama, SNT hanya menerima 40 siswa jenjang SMP dan 40 siswa jenjang SMA. Masing-masing jenjang hanya membuka dua rombongan belajar sehingga proses seleksinya berlangsung sangat ketat.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menjelaskan salah satu skema penerimaan dilakukan melalui jalur prestasi.

Dinas pendidikan akan berkoordinasi dengan sekolah untuk mengusulkan siswa terbaik yang sebelumnya telah lolos melalui jalur prestasi akademik maupun nonakademik.

“Teman-teman kabupaten/kota itu memiliki database SPMB melalui jalur prestasi, baik prestasi akademik maupun non-akademik. Di ranking yang teratas nanti kita minta jika bersedia mereka bisa diusulkan,” ujarnya.

Setiap sekolah nantinya diminta mengusulkan lima siswa terbaik pada jenjang SMP maupun SMA. Seluruh calon kemudian mengikuti seleksi administrasi dan Tes Skolastik sebelum ditetapkan sebagai peserta didik SNT.

“Nah, yang terbaik kita minta lima diusulkan dari setiap SMP yang ada di dalam satu kabupaten itu, maupun SMA yang ada di kabupaten itu,” kata Gogot.

Selain jalur prestasi, pemerintah juga membuka skema undangan bagi siswa berprestasi berdasarkan data Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). (gin)


Editor : Inilahkoran