Mendagri Imbau Masyarakat Tidak Panik Pandemi Corona

Kendati terjadi lonjakan pasien positif terpapar corona virus disease 19 (Covid-19), bahkan jumlah orang yang meninggal akibat virus tersebut bertambah. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik.

Mendagri Imbau Masyarakat Tidak Panik Pandemi Corona
Foto: Yuliantono

INILAH, Bandung – Kendati terjadi lonjakan pasien positif terpapar corona virus disease 19 (Covid-19), bahkan jumlah orang yang meninggal akibat virus tersebut bertambah. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik.

Dia mengatakan, yang harus dilakukan masyarakat saat ini agar tidak terjangkit adalah dengan menjaga daya tahan tubuh serta mengikuti arahan pemerintah, untuk mencegah penyebaran virus. Dia meminta kepada masyarakat untuk membatasi aktivitas luar ruangan, khususnya keramaian serta mulai melakukan hidup bersih agar tidak tertular pandemi corona.

“Tanpa maksud mengecilkan atau menggampangkan. Dari berbagai tulisan sampai hari ini. Covid-19 ini adalah virus yang memiliki karakteristik cepat penyebarannya namun tingkat fatalitas atau kematiannya rendah. Bukan maksud gampang atau anggap remeh. Untuk kita ketahui, Covid 19 ini sudah masuk ke Indonesia, ke beberapa wilayah termasuk Jawa Barat. Oleh karena itu, langkah kita adalah bagaimana membendung penyebarannya. Kita harus mengedukasi masyarakat untuk memperkuat daya tahan tubuh. Antibodi kuat, In shaa Allah,” ujar Tito usai melakukan kunjungan ke Command Center Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar, di Gedung Sate, Rabu (18/3/2020).

“Yang kita waspadai ini, yang daya tahan tubuh rendah. Contoh lansia, karena secara natural daya tahan tubuh mereka turun. Jadi berisiko. Tapi secara umum semua berisiko, tinggal bagaimana kita agar mencegahnya. Edukasi publik untuk perkuat daya tahan tubuh. Salah satu upayanya dengan melaksanakan bersih-bersih. Membunuh virus di tempat publik yang sering dikunjungi dengan bahan tertentu berdasarkan penelitian bisa mematikan virus itu. Melakukan social distance. Jaga jarak. Lalu dengan kebijakan lain menyangkut kerumunan seperti sistem transportasi,” sambungnya.

Dia berharap, selain dari masyarakat. Pemerintah daerah dapat mendukung sepenuhnya dalam melakukan pencegahan penyebaran corona, dengan membuat tim khusus, contohnya yang dilakukan oleh Provinsi Jawa Barat.

“Perlu dibentuk semacam manajemen organisasi, dengan pembagian tugas secara jelas. Mulai pimpinan, tim pelaksanaan edukasi, pencegahan. Disinfektasi tempat publik tim yang deteksi untuk lihat yang kontak dengan terpapar, mitigasi merawat yang terpapar. Perlu dilakukan langkah seperti itu,” harapnya. (Yuliantono)


Editor : Doni Ramdhani