Mendagri Minta IPDN Bersiap Hadapi Revolusi Digital
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tidak gagap teknologi dalam menerapkan kurikulum pendidikannya. Menurutnya masyarakat menuntut Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki wawasan luas dan memahami kemajuan teknologi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tidak gagap teknologi dalam menerapkan kurikulum pendidikannya. Menurutnya masyarakat menuntut Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki wawasan luas dan memahami kemajuan teknologi.
Hal itu diungkapkan, Tito ketika ditemui wartawan usai menjadi inspektur upacara dalam pelantikan praja muda IPDN di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (31/10/2019).
Menurutnya, dunia saat ini tengah memasuki revolusi digital dalam semua urusan. Oleh karena itu, instansi pendidikan seperti IPDN seyogyanya terus mengikuti perkembangannya dengan seksama.
“Ini namnya revolusi in all affairs, revolusi di segala urusan, segala bidang. Jadi sama, pemerintahan pun harus menerapkan teknologi informasi ini,” ucap Tito.
Lebih lanjut, Tito mencontohkan, IPDN harus bisa mengiktui apa perkembangan kampus-kampus raksasa seperti Harvard dan Cambridge. Pasalnya, kedua universitas itu dinilai Tito, dapat menangkap perubahan zaman dengan baik. Satu diantaranya melalui digitalisasi perpustakaan.
“Zaman dulu perpusatakaan besar sekali, buku-buku di sana. Zaman sekarang namanya E-Book, E-Library. Contoh Harvard, Cambridge, kita bisa order langganan sebagai costumer. Tinggal klik search and find, (misalnya tentang) pengelolaan desa, manajemen of village. Buka, nanti keluar semua hasil penelitian seluruh dunia. Terobosan kreatif bisa muncul di situ,” papar Tito.
Tito menambahkan, IPDN mesti betul-betul menyiapkan diri untuk membentuk aparatur negara yang memahami revolusi digitalisasi. Oleh karena itu, untuk menangkap perubahan-perubahan yang terjadi sebagai dampak dari revolusi tersebut. Salah satunya melalui perubahan kurikulum agar lebih lentur terhadap zaman.
"Aparatur yang memiliki fisik yang kuat, sehat, kemudian wawasan pemikiran yang luas, akademis, kemudia juga memiliki moralitas yang baik sebagai pelayan masyarakat," pungkasnya.
Perlu diketahui, dalam kegiatan tersebut Tito Karnavian melantik 1.608 praja muda IPDN. Selain menjelaskan soal revolusi teknologi, dalam pidatonya, ia juga mengingatkan para senior daripada institusi tersebut untuk tidak melakukan kekerasan terhadap juniornya. (Ridwan Abdul Malik)
Editor : Bsafaat

