Mengapa Puasa Ramadhan Bisa Tidak Diterima? Ini Penyebabnya Menurut Ustaz Syafiq Riza Basalamah
Ustaz Syafiq Riza Basalamah jelaskan alasan puasa ramadhan tidak diterima.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Setiap tahun, umat Islam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan harapan mendapatkan pahala dan keberkahan. Namun, menurut Ustaz Syafiq Riza Basalamah, tidak semua puasa yang dilakukan diterima oleh Allah SWT.
Bahkan, ada yang telah menjalankan puasa selama bertahun-tahun, tetapi tidak mendapatkan pahala yang seharusnya.
Dalam salah satu kajiannya yang diunggah di kanal YouTube Syafiq Riza Basalamah Official, dia mengungkapkan bahwa ada individu yang telah berpuasa selama 10 tahun, bahkan hingga 30 tahun, namun puasanya tidak diterima.
Hal ini terjadi karena mereka tidak memenuhi dua persyaratan utama dalam menjalankan ibadah puasa.
Dua Syarat Utama Agar puasa Diterima
Ustaz Syafiq menjelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, "Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni." Dari hadits ini, terdapat dua syarat utama agar puasa diterima, yaitu:
-
puasa karena Iman
Ibadah puasa harus dilakukan atas dasar keimanan kepada Allah SWT, bukan sekadar ikut-ikutan atau karena tuntutan sosial. -
Mengharap Pahala dari Allah SWT
Orang yang berpuasa harus melakukannya dengan penuh keikhlasan dan berharap pahala dari Allah, bukan sekadar menjalankan rutinitas tanpa kesadaran spiritual.
Hanya Ikut-Ikutan, puasa Bisa Sia-Sia
Dalam kajiannya, Ustaz Syafiq juga menyoroti fenomena di mana banyak orang yang berpuasa bukan karena dorongan iman, melainkan hanya karena kebiasaan atau takut dianggap berbeda oleh lingkungan. Ada pula yang berpuasa agar terlihat saleh di mata orang lain, padahal niatnya bukan karena Allah SWT.
Dia juga menyinggung kasus di mana seseorang berpura-pura menjalankan puasa, tetapi diam-diam tidak berpuasa saat berada di luar rumah.
"Contohnya, ada individu yang menampilkan diri sebagai orang yang taat beribadah dengan mengikuti tarawih dan berbuka di rumah, tetapi sebenarnya tidak benar-benar berpuasa. Perilaku seperti ini dikategorikan sebagai kemunafikan dalam beribadah," katanya.
Editor : Firda Rachmawati


