Mengasah Jiwa Wirausaha di Kalangan Pemuda

Mengasah Jiwa Wirausaha di Kalangan Pemuda
PEMUDA: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, memperkuat peran Karang Taruna dalam mengembangkan usaha ekonomi produktif (UEP) melalui pemanfaatan berbagai program.(ANTARA FOTO)

Oleh: Bsafaat

INILAH, Bandung- Pemerintah Kabupaten Bandung kini tengah merajut sinergi erat bersama Karang Taruna untuk mengubah pemuda daerah dari sekadar penonton menjadi motor penggerak ekonomi produktif di wilayah mereka sendiri.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar program di atas kertas.

Pemkab Bandung berkomitmen membuka pintu lebar-lebar bagi Karang Taruna untuk memanfaatkan berbagai fasilitas dan program kerja dinas terkait, demi mengasah jiwa kewirausahaan generasi muda.

"Karang Taruna harus bisa mandiri secara ekonomi. Kami ingin para pemuda tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu berdiri tegak menciptakan lapangan pekerjaan dan membuka usaha-usaha baru," ujar Dadang, Senin (28/9).

Langkah nyata ini dirancang dengan melihat keunikan tanah kelahiran mereka masing-masing.

Mulai dari hamparan sawah, tebar benih di kolam perikanan, peternakan, hingga pelatihan keterampilan digital, semuanya disesuaikan dengan denyut nadi dan potensi lokal desa mereka.

Dua program unggulan yang kini tengah digulirkan adalah Pemuda Tani dan UMKM Pemuda. Langkah ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi mereka yang ingin mandiri tanpa harus merantau meninggalkan kampung halaman.

"Kami mendorong setiap tingkatan Karang Taruna, dari desa hingga kabupaten, untuk memiliki program yang menghidupkan potensi pemuda. Peluang di sektor produktif seperti Pemuda Tani harus kita ambil," tambah Dadang.

Tantangan ini bukannya tanpa alasan. Data Sensus Pertanian mencatat ada sekitar 55.118 petani muda berusia 19–39 tahun di Kabupaten Bandung. Sayangnya, mayoritas dari mereka—sekitar 45.008 orang—masih bertani dengan cara konvensional, sementara baru 10.110 orang yang menyentuh teknologi modern.

Di sinilah Karang Taruna diharapkan hadir membawa sentuhan inovasi dan digitalisasi agar profesi petani kembali keren di mata anak muda.

Potensi pasar dan tenaga kerja di Kabupaten Bandung sebenarnya sangat besar, dengan 1,79 juta penduduk yang aktif bekerja. Sektor pertanian dan industri rumahan pun terus menggeliat menyerap tenaga kerja baru.

Melihat peluang emas ini, Dadang meminta seluruh pengurus Karang Taruna, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, mengubah pola pikir mereka.

Organisasi kepemudaan ini tidak boleh lagi hanya sibuk dengan kegiatan seremonial tahunan, melainkan harus bertransformasi menjadi inkubator bisnis yang melahirkan jutaan cerita sukses pemuda mandiri. (bsf)


Editor : Inilahkoran