Mengenal Jabatan Rais Aam PBNU dan Sosok KH Miftachul Akhyar

Mengenal posisi Rais Aam PBNU sebagai pemimpin tertinggi Syuriyah NU serta profil KH Miftachul Akhyar yang terpilih untuk periode 2026-2031.

Mengenal Jabatan Rais Aam PBNU dan Sosok KH Miftachul Akhyar
Mengenal Jabatan Rais Aam PBNU dan Sosok KH Miftachul Akhyar

INILAHKORAN.ID - Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi menetapkan Kiai Haji Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmat 2026-2031. 

Keputusan tersebut diambil secara musyawarah mufakat oleh sembilan ulama senior yang tergabung dalam tim Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) di Jombang, Jawa Timur.

​Kembali terpilihnya KH Miftachul Akhyar menarik perhatian publik, terutama terkait peran krusial posisi Rais Aam dalam struktur kepemimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

​Apa Itu Jabatan Rais Aam PBNU?

​Dalam struktur kepengurusan Nahdlatul Ulama, Rais Aam adalah posisi kepemimpinan tertinggi pada jajaran Syuriyah (dewan pertimbangan/pemimpin tertinggi).

Jika jajaran Tanfidziyah (Pengurus Harian) bertindak sebagai pelaksana program kerja, maka Syuriyah yang dipimpin oleh Rais Aam bertindak sebagai pemegang komando utama dan pengarah kebijakan strategis organisasi.

​Berikut tugas dan kewenangan utama Rais Aam PBNU:

​Pemimpin Tertinggi Syuriyah: Menjadi pengarah, pembimbing, dan pengawas utama atas jalannya roda organisasi serta kebijakan jajaran pelaksana (Tanfidziyah).

​Penjaga Garis Syariat: Memastikan seluruh keputusan organisasi, fatwa, dan pandangan keagamaan NU tetap berada pada jalur ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja).

​Penentu Kebijakan Strategis: Berwenang mengesahkan, mengevaluasi, serta memberikan pertimbangan hukum Islam terhadap isu-isu kebangsaan dan keumatan.

​Pengarah Musyawarah AHWA: Memimpin mekanisme musyawarah para ulama sepuh dalam pengambilan keputusan penting organisasi.

​Profil Singkat KH Miftachul Akhyar

​Kiai Haji Miftachul Akhyar merupakan sosok ulama karismatik yang lahir di Surabaya pada 30 Juni 1953. Beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya, dan dikenal memiliki kedalaman ilmu fiqih serta keulamaan yang kuat.

​Perjalanan kepemimpinan beliau di struktur Nahdlatul Ulama sangat panjang:

​Pernah menjabat sebagai Rais Syuriyah PCNU Surabaya dan PWNU Jawa Timur.

​Menjabat sebagai Wakil Rais Aam PBNU hingga kemudian ditetapkan menjadi Rais Aam PBNU meneruskan kepemimpinan KH Ma'ruf Amin.

​Terpilih secara mufakat sebagai Rais Aam PBNU periode 2021-2026 pada Muktamar Ke-34 NU di Lampung.

​Kembali dipercaya oleh 9 ulama AHWA untuk mengemban amanah sebagai Rais Aam PBNU masa khidmat 2026-2031 pada Muktamar Ke-35 NU.


Editor : Firda Rachmawati