Usai KH Zulfa Mustafa Jadi Pj Ketum PBNU, Begini Respons Kubu Gus Yahya

Kisruh di kubu PBNU memasuki babak baru usai KH Zulfa Mustafa didapuk sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum menggantikan Gus Yahya yang dimakzulkan.

Usai KH Zulfa Mustafa Jadi Pj Ketum PBNU, Begini Respons Kubu Gus Yahya
Kisruh di kubu PBNU memasuki babak baru usai KH Zulfa Mustafa didapuk sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum menggantikan Gus Yahya yang dimakzulkan. (antara foto)

INILAHKORAN.ID- Kisruh di kubu PBNU memasuki babak baru usai KH Zulfa Mustafa didapuk sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum menggantikan Gus Yahya yang dimakzulkan.

Di sisi lain, kubu Gus Yahya keukeuh menolak langkah pemakzulan lantaran mengklaim mayoritas fungsionaris PBNU patuh pada seruan Forum Sesepuh dan Mustasyar NU.

Kubu Gus Yahya menyebut Forum Sesepuh dan Mustasyar NU telah mengimbau agar konflik dihentikan dan atas dasar itu pemakzulan tidaklah sah.

"Mayoritas pengurus tetap loyal kepada dawuh kiai sepuh," tegas Sekretaris Jenderal PBNU Amin Said Husni di Jakarta seperti dikutip dari Antara.

Pada 6 Desember lalu, Forum Sesepuh dan Mustasyar NU telah menggelar pertemuan di Pesantren Tebuireng dan mengambil sikap terhadap penolakan pemakzulan Ketua Umum yang diambil berdasarkan Rapat Harian Syuriah.

Mereka memandang, pemakzulan Ketua Umum itu telah bertentangan dengan AD/ART.

Amin juga menilai, klaim penolakan pemakzulan tampak pada Rapat Pleno di Holten Sultan dimana dari 216 anggota pleno, hanya 58 orang atau sekitar 26 persen yang hadir.

"Artinya, lebih dari tiga perempat anggota memilih tidak datang, sebuah sinyal kuat bahwa langkah pemakzulan tidak mendapat dukungan luas di internal PBNU," paparnya.

Di sisi lain, KH Zulfa Mustafa yang resmi ditetapkan sebagai Pj Ketua PBNU mengaku akan langsung menunjukkan komitmennya dalam mempersatukan seluruh elemen.

"Saya juga menyampaikan bahwa saya tidak ingin menjadi bagian konflik masa lalu. Tapi saya ingin menjadi solusi buat jam'iyah ini untuk masa depan,"tegasnya.***


Editor : Bsafaat