Mengenal Lieng Seng Wee, Sosok di Balik Strategi Risiko Danantara
Lieng Seng Wee, seorang pakar global di bidang manajemen risiko yang kini menjabat sebagai Managing Director Risk & Sustainability Danantara.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Dalam susunan kepengurusan BPI Danantara, terdapat jajaran Managing Director yang mencakup 10 posisi strategis.
Salah satu yang menarik perhatian adalah kehadiran Lieng Seng Wee, seorang pakar global di bidang manajemen risiko yang kini menjabat sebagai Managing Director Risk & Sustainability Danantara.
Ahli manajemen risiko dengan Pengalaman 40 Tahun
Lieng Seng Wee dikenal sebagai pionir dalam manajemen risiko kuantitatif dengan pengalaman lebih dari empat dekade. Ia berkontribusi dalam pengembangan konsep Risk-Adjusted Return on Capital (RAROC) dan Value at Risk (VaR), yang menjadi standar dalam industri keuangan global. Tak hanya itu, ia juga turut serta dalam penyusunan regulasi permodalan Basel di Swiss, yang hingga kini menjadi acuan dalam sistem perbankan dunia.
Lieng meraih gelar Bachelor of Business Administration (BBA) dari National University of Singapore pada tahun 1982. Kemudian, ia melanjutkan studinya di University of Pennsylvania, Amerika Serikat, dan memperoleh Master of Business Administration (MBA) dari Wharton School pada tahun 1985, dengan prestasi luar biasa sebagai peringkat kedua terbaik.
Perjalanan Karier di Dunia Keuangan
Karier profesionalnya dimulai di Booz Allen & Hamilton, New York, sebuah perusahaan konsultan manajemen global. Di sana, ia menangani berbagai proyek strategis, termasuk valuasi bisnis, akuisisi, divestasi, serta restrukturisasi portofolio perusahaan untuk klien berskala besar.
Kemudian, Lieng bergabung dengan Bankers Trust di New York sebagai Managing Director, di mana ia memimpin pengelolaan risiko global perusahaan tersebut. Di bawah kepemimpinannya, Bankers Trust menjadi pelopor dalam berbagai metodologi risiko yang kini banyak digunakan di industri perbankan dan keuangan.
Tak hanya berperan dalam dunia bisnis, Lieng juga aktif dalam penyusunan regulasi industri keuangan melalui berbagai lembaga, seperti Group of Thirty, ISDA, Federal Reserve Board of Governors, Bank Federal New York, BIS di Basel, dan OCC.
Pada tahun 1995, bersama Bankers Trust, ia mendirikan Risk Management Advisory, sebuah layanan konsultasi yang membantu perusahaan dalam mengelola risiko keuangan mereka. Ia juga menulis buku berpengaruh berjudul “RAROC and Risk Management”, yang menjadi referensi utama dalam dunia manajemen risiko.
Setelah meninggalkan Bankers Trust, Lieng menjadi mitra di Capital Markets Risk Advisors, sebuah firma konsultasi yang berfokus pada strategi pasar modal dan manajemen risiko. Di sini, ia memberikan saran kepada lembaga keuangan mengenai kebijakan risiko, permodalan, serta pengembangan metodologi dan infrastruktur manajemen risiko.
Pada tahun 2000, ia mendirikan Dragonfly LLC di New York, perusahaan yang menyediakan layanan strategi, manajemen risiko, dan konsultasi investasi kepada berbagai pemimpin bisnis di Amerika, Eropa, Timur Tengah, dan Asia. Hingga kini, ia masih menjabat sebagai CEO & Co-Founder perusahaan tersebut.
Kontribusi di Dunia Akademik dan Regulasi Keuangan
Selain karier profesionalnya, Lieng juga aktif dalam pengembangan regulasi keuangan global serta membangun sistem manajemen risiko di berbagai institusi besar. Sejak tahun 2005, ia mengajar Enterprise Risk Management di Singapore Management University.
Tak hanya itu, ia juga tergabung dalam Government Parliamentary Committee Singapura, yang memberikan masukan kepada Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan & Industri negara tersebut. Atas kontribusinya, pada tahun 2013 ia diangkat sebagai Senior Fellow di Wharton School.
Selain buku “RAROC and Risk Management”, Lieng juga menulis buku lain yang berjudul “What Every CEO Must Know About Risk”, yang menjadi bacaan penting bagi para eksekutif dalam memahami strategi manajemen risiko.
Peran Strategis di Danantara
Dengan pengalaman luasnya di bidang manajemen risiko, strategi bisnis, dan regulasi keuangan, kehadiran Lieng Seng Wee di BPI Danantara diharapkan mampu membawa dampak signifikan dalam pengelolaan risiko dan keberlanjutan investasi perusahaan.
Sebagai seorang pakar yang telah diakui secara global, ia berpotensi memperkuat strategi Danantara dalam menghadapi tantangan bisnis di masa depan, terutama dalam aspek manajemen risiko dan keberlanjutan.
Editor : Firda Rachmawati

