Mengenal Masjid Al-Baakhirah, Kapal Laut yang Berlabuh di Tanah Cimahi

Masjid Al-Baakhirah memiliki bangunan unik yakni menyerupai kapal laut besar lalu bagaiman sejarah masjid tersebut dibangun

Mengenal Masjid Al-Baakhirah, Kapal Laut yang Berlabuh di Tanah Cimahi
Masjid Al-Baakhirah yang berada di Jalan Bapak Ampi, Kelurahan Baros, Kota Cimahi selalu jadi pusat perhatian karena memiliki arsitektur unik mirip kapal laut, dan berbeda dari bentuk kebanyakan masjid pada umumnya. (Foto Agus Satia Negara/Inilahkoran)

INILAHKORAN.ID - Berada di Kota Cimahi, tepatnya di Jalan Bapak Ampi, Kelurahan Baros, Masjid Al-Baakhirah memiliki bentuk bangunan mirip kapal laut raksasa. Bahkan tak ada kubah atau menara layaknya kebanyakan masjid pada umumnya. 
 
Cerita awal mula kelahiran masjid yang kerap disebut Masjid Kapal Laut ini tak lepas dari jejak seorang lelaki yang menghabiskan sebagian hidupnya di atas lautan. 

Pada tahun 2015, keluarga Alm. H. Budianto, mantan nakhoda kapal, meresmikan pembangunan masjid sebagai bentuk kenang-kenangan sekaligus berkah bagi warga sekitar. 

Inspirasinya datang dari kisah Nabi Nuh dan bahtera yang menyelamatkan umat manusia dari banjir besar, sebuah simbol harapan dan keselamatan yang ingin disampaikan melalui arsitektur yang unik.
 
"Makna di balik bentuk kapal bukan hanya sekadar estetika, tapi juga sebagai pengingat akan keselamatan yang datang dari keimanan, seperti yang dialami Nabi Nuh dan kaumnya," kata salah satu pengurus masjid, Mukhlis Purwo Nugroho, Sabtu 28 Februari 2026.
 
Dengan luas sekitar 200 meter persegi dan kapasitas menampung hingga 500 jemaah, setiap detail masjid dirancang dengan penuh kesabaran untuk menghidupkan kesan kapal laut. 

Di bagian luar, terlihat jelas cerobong asap dan jangkar berwarna putih yang diikat dengan tali besar, sementara area depan menyerupai geladak kapal lengkap dengan kabin yang seolah siap untuk dikendalikan oleh nakhoda dan awaknya.
 
Tak hanya dari luar, nuansa pelayaran juga menghiasi setiap sudut interior. Lantai yang dilapisi keramik warna coklat menyamai tekstur kayu alami kapal, sementara alat kemudi kapal, lampu-lampu khas kapal, hingga bentuk jendela yang persis seperti pada kapal laut umumnya menjadi ornamen yang memperkuat karakter khas masjid ini. 

Setiap sudutnya seolah berbisik tentang petualangan dan keteguhan hati sang pendiri yang pernah menjelajahi lautan luas.
 
Seiring berjalannya waktu, Masjid Al-Baakhirah tak hanya menjadi tempat ibadah, namun juga destinasi wisata religi yang menarik perhatian banyak orang. 

Tidak hanya dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan wisatawan dari luar negeri seperti Malaysia, Iran, Amerika, dan Palestina juga pernah datang mengunjunginya. 

Mereka datang tidak hanya untuk menjalankan ibadah, melainkan juga untuk menyaksikan langsung keunikan arsitektur yang langka ini dan menangkap momen melalui kamera.
 
"Sebelum pandemi, banyak sekali pengunjung dari luar daerah, bahkan ada yang datang dari Jawa Tengah. Saat ini juga tetap ramai, terutama ketika akhir pekan atau hari libur. banyak yang datang beribadah sekaligus berfoto-foto," ungkap Mukhlis.
 
Di bulan suci Ramadan tahun ini, kegembiraan di Masjid Al-Baakhirah semakin terasa. Selain salat wajib, banyak jamaah yang datang untuk melaksanakan salat tarawih dan tadarus Al-Qur'an. 

Suasana khidmat dan penuh berkah kian membuat masjid yang berbentuk kapal laut ini terasa seperti pelabuhan damai bagi setiap hati yang datang menjemput berkah. ***
 


Editor : Ahmad Sayuti