Mengenang Sosok Temon, Pelawak Bergelar Sarjana UI yang Melegenda Lewat Duel Abdel
Jarang yang tahu, komedian legendaris Temon Templar ternyata seorang Sarjana Psikologi UI. Simak profil lengkap dan transformasi kariernya di sini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kepergian komedian senior Simson Rarameha Ngadang, atau yang akrab disapa Temon Templar, meninggalkan duka mendalam bagi panggung hiburan tanah air pada Minggu, 12 Juli 2026.
Sosok yang selalu sukses mengocok perut penonton lewat akting polos dan apesnya ini ternyata memiliki latar belakang kehidupan dan karier yang sangat inspiratif.
Jauh sebelum dikenal sebagai pelawak papan atas, Temon adalah seorang akademisi yang menempuh jalur karier cukup unik. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai profil dan perjalanan karier Temon Templar dari dunia akademis hingga menjadi salah satu ikon komedi Indonesia.
Jebolan Psikologi UI yang Sempat Jadi Staf HRD
Siapa sangka, di balik tingkah konyolnya di depan kamera, Temon merupakan seorang intelektual. Ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 3 Jakarta sebelum akhirnya lolos ke Universitas Indonesia (UI) melalui jalur prestasi PMDK pada tahun 1985.
Temon berhasil meraih gelar Sarjana Psikologi (S.Psi.) dari Fakultas Psikologi UI, meski masa kuliahnya sempat menyentuh angka 9 tahun akibat perjuangan menyelesaikan skripsi.
Berbekal ilmu tersebut, Temon bahkan sempat mencicipi dunia korporat sebagai staf HRD (Human Resources Development) dan pernah menjalani praktik di Rumah Sakit Jiwa sebelum akhirnya takdir membimbingnya ke industri kreatif.
Transformasi Karier Temon Templar di Jagat Hiburan
Langkah kaki Temon di dunia hiburan dimulai dari balik mikrofon hingga akhirnya bersinar di depan layar kaca dan bioskop:
1. Era Radio SK (Suara Kejayaan)
Pada tahun 1992, Temon memutuskan beralih haluan dengan menjadi penyiar di Radio SK (Suara Kejayaan). Radio ini dikenal sebagai tempat lahirnya para pelawak legendaris Indonesia era 90-an, di mana bakat komunikasi dan komedi spontan Temon mulai terbentuk tangguh.
2. Booming Lewat Sitkom "Abdel dan Temon"
Puncak popularitas komedian kelahiran 28 Desember 1966 ini terjadi pada tahun 2008. Berpasangan dengan Abdel Achrian, duet maut mereka melahirkan sitkom legendaris "Abdel dan Temon Bukan Superstar".
Karakter Temon yang digambarkan selalu bernasib malang namun jenaka sukses menjadi magnet pemirsa. Kesuksesan besar ini membuat program mereka bertahan lama lewat berbagai sekuel seperti Abdel dan Temon Masih Bukan Superstar, Bukan Abdel dan Temon Biasa, hingga Abdel dan Temon Reunian.
3. Eksistensi di Layar Lebar dan Sinetron
Kepiawaian akting Temon juga membawanya masuk ke industri perfilman tanah air. Ia terlibat dalam sejumlah film komedi dan aksi populer, seperti:
Operation Wedding (2013)
Comic 8: Casino Kings Part 1 (2015)
Epen Cupen The Movie (2015)
Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 (2016)
Di layar kaca, aktingnya juga bisa dinikmati melalui sinetron Jawara, Jali Preman Sholeh, hingga serial religi komedi Para Pencari Tuhan Jilid 16.
4. Merambah Musik dan Dunia Digital
Sebagai seniman multitalenta, Temon sempat merilis lagu berjudul "Raja Disko" pada tahun 2014. Memasuki era digital, ia tidak mau ketinggalan dengan aktif mengelola kanal YouTube pribadinya lewat tayangan Temon Podcast dan Temon Templar Show untuk tetap menyapa penggemar setianya.
Kehidupan Pribadi yang Penuh Warna
Di luar kariernya yang cemerlang, kisah asmara dan keluarga Temon juga kerap menarik perhatian. Sepanjang perjalanan hidupnya, ia diketahui pernah menikah sebanyak enam kali dan dianugerahi sembilan orang anak.
Editor : Firda Rachmawati

