Mengungkap Sisi Lain Tugas Damkar KBB, Tak Hanya Sebagai Penjinak Api Tapi Harus Bisa Lakukan Ini
Ada sisi menarik dari tugas para penjinak api atau petugas pemadam kebakaran di Dinas Damkar KBB.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Ada sisi menarik dari tugas para penjinak api atau petugas pemadam kebakaran di Dinas Damkar KBB.
Pasalnya, selain harus mampu menaklukkan kebakaran, menangkap binatang buas, melepas cincin yang terjebak di jari, para penjinak api Dinas Damkar KBB juga piawai menangkap burung lepas.
"Memang benar, para penjiak api di Damkar KBB ini pernah menangkap burung peliharaan yang lepas," kata Kepala Dinas Damkar KBB Meidi kepada wartawan, Rabu 24 Agustus 2022.
Dia menyebut, burung lepas yang berhasil ditangkap itu yakni jenis nuri bayan dan burung hantu. Namun, untuk bisa menangkap burung diperlukan teknis khusus.
"Syukurlah burung piaraan yang lepas itu berhasil kita tangkap dan diserahkan kepada pemiliknya. Nuri bayan yang kita tangkap itu, merupakan burung pintar dan sudah jinak, harganya pun mencapai jutaan rupiah. Kita tangkap di sekitar Lembang," sebutnya.
Selain menangkap burung lepas, jelas dia, sepanjang tahun ini para penjinak api Damkar KBB berhasil menangkap 20 ekor ular, lebih dari 50 sarang tawon, serta kuskus dan iguana.
"Menangkap ular sangatlah berisiko. Bahkan, personel kita pernah ada yang digigit, tapi Alhamdulillah selamat, hanya mengalami luka ringan," ungkapnya.
Ia menuturkan, salah satu ular terbesar yang pernah ditangkap, adalah ular sanca kembang yang berhasil ditangkap di belakang SPBU Gadobangkong.
"Ular sanca kembang ini sempat beberapa kali berupaya menyerang petugas, sebelum akhirnya berhasil ditangkap," tuturnya.
Ia mengaku, saat ini ular buas tersebut sudah diamankan ke Markas Dinas Damkar dan Penyelamatan KBB, Kecamatan Padalarang.
"Untuk ular yang satu ini, kita pelihara sebaik mungkin untuk dijadikan teman latihan petugas," ucapnya.
Kendati sudah dipelihara selama beberapa minggu, namun sifat buasnya tidak hilang. Saat hendak memberi makan, petugas harus ekstra hati-hati.
"Ceroboh atau lengah bisa diserang. Karena tidak berbisa, efeknya hanya sebentar," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani

