Menjaga Harapan di Balik Dapur Gizi Gratis

KEPEMIMPINAN baru Badan Gizi Nasional menjadi angin segar bagi pelaksana program MBG.Mereka berharap evaluasi dan perbaikan berjalan bersama

Menjaga Harapan di Balik Dapur Gizi Gratis
MENDAPAT DUKUNGAN: Mantan Wamentan Sudaryono meninjau Operasi Pasar Murah di Kantor Pos Cibinong tahun lalu. Terpilihnya Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat dukungan dari Gabempi Bogor.

Oleh: Reza Zurifwan

Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) membawa harapan baru bagi para pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di Kabupaten Bogor, pelaku dapur penyedia makanan bergizi berharap pemimpin baru mampu memperkuat program tersebut sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Ketua DPC Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Kabupaten Bogor Sintha Dec Checawaty menyambut positif terpilihnya Sudaryono sebagai Kepala BGN menggantikan Nanik S Deyang yang sebelumnya mengundurkan diri dari jabatan tersebut.

Sudaryono yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) ditunjuk Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin lembaga yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program MBG.

“DPC Gapembi Kabupaten Bogor mendukung terpilihnya Sudaryono sebagai Kepala BGN, banyak harapan kami akan terpilihnya beliau menggantikan Nanik S Deyang,” kata Sintha kepada wartawan, Rabu (22/7).

Bagi Sintha, salah satu pekerjaan rumah terbesar pemimpin baru BGN adalah memperbaiki citra program MBG di tengah berbagai sorotan yang muncul sejak program tersebut berjalan.

Dia berharap pemerintah dapat lebih banyak menampilkan keberhasilan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi dengan baik, sehingga masyarakat memperoleh gambaran utuh mengenai pelaksanaan program tersebut.

“Jumlah dapur SPPG yang sudah beroperasional secara baik, itu lebih banyak dibanding yang belum beroperasi secara baik. Harusnya, yang sudah baik itu disupport, sementara yang belum baik, silakan untuk diperbaiki,” ujarnya.

Menurut Sintha, evaluasi terhadap program MBG tidak cukup hanya melihat persoalan yang muncul, tetapi juga perlu menggali dampak positif yang telah dirasakan masyarakat.

(reza zurifwan/gin)


Editor : Inilahkoran